Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Pembangunan Jembatan Kayu Gadang Lubuk Alung Hampir Rampung

Rabu, 18 November 2020 | 00:28
Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.id – Pengerjaan Jembatan Kayugadang di Nagari Lubukalung, Kecamatan Lubukalung, sudah mencapai 80 persen. Kendati tinggal 20 persen lagi, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai, berpesan agar pengerjaan benar-benar teliti dan tepat waktu. Sebab, Jembatan Kayugadang bisa menjadi tolak ukur BNPB untuk penyaluran hibah selanjutnya di Padangpariaman.

“Tinjauan hari ini saya lihat pengerjaan berjalan baik. Jembatan ini memang kita rancang over kualitas (berkualitas sangat baik, Red) dengan kajian kebencanaan. Semoga tidak ada permasalahan yang menghambat pengerjaan yang tersisa 20 persen lagi,” ujar Rifai usai meninjau Jembatan Kayu Gadang tersebut, Selasa sore (17/11).

BacaJuga

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Waktu pengerjaan yang tinggal 13 hari kontrak harus diperhitungkan dengan bobot yang akan diselesaikan secara matang dengan konsep tertulis.

“Jadi kira-kira ada sekitar 1,5 persen pengerjaan yang harus diselesaikan sampai 13 hari ke depan,” hematnya.

Untuk mencapai itu, Rifai juga menyarankan agar BPBD Padangpariaman serta pihak rekanan yang mengerjakan Jembatan Kayugadang, agar tidak terbawa isu-isu miring terkait proyek pembangunan tersebut. Sebab, selama ini tidak pernah ada permasalah hukum dalam pembangunan yang dilakukan menggunakan hibah BNPB.

“Kalau teman-teman LSM bertanya jelaskan dengan baik segala informasi yang mereka butuhkan. Saya, setiap rapat teknis di lokasi pembangunan seperti ini, selalu menghadirkan rekan-rekan media. Setidaknya masyarakat sekitar, sehingga mereka mengetahui sejauh mana dan kapan pengerjaan selesai,” ucapnya.

Menurut Rifai, keberhasilan pembangunan Jembatan Kayugadang akan menjadi tolak ukur BNPB menyalurkan hibah selanjutnya ke Padangpariaman. Contohnya Jembatan Lubuk Napa di Kecamatan Padangsago, yang juga membutuhkan perbaikan cepat.

“Kalau ada masalah pembangunan ataupun administrasi dalam pengerjaan jembatan ini, tidak tertutup kemungkinan jembatan di Padangsago terimbas perlambatan memperoleh hibah,” ujar Rifai yang juga putra asli Minangkabau.

Dalam peninjauan itu, Rifai turut meminta penjelasan seluruh pihak terkait pembangunan Jembatan Kayugadang. Di antara penjelasan dari BPBD Sumbar dan Padangpariaman, Inspektorat dan Dinas PUPR Padangpariaman, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta rekanan yang mengerjakan Jembatan Sikabu.

“Secara teknis, pemaparan dinas terkait sangat jelas. Semua semuai dengan apa yang sudah saya lihat hari ini,” pungkas Rifai.

Sedangkan Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya menjelaskan pihaknya akan benar-benar mengikuti segala aturan dan petunjuk dalam pembangunan Jembatan Kayugadang. Pasalnya, jembatan itu ukurannya kini menjadi yang paling besar ang pernah dibangun Pemkab Padangpariaman.

“Berdasarkan penjelasan rekan-rekan di PUPR. Jembatan yang paling panjang yang pernah mereka kerjakan sekitar 80 meter. Kalau jembatan ini kan panjangnya 108 meter,” ungkap Budi yang juga mantan Plt. Kadis PUPR Padangpariaman.

Tidak hanya ukuran, dari penjelasan perwakilan Dinas PUPR Padangpariaman, bobot atau kualitas bangunan Jembatan Kayugadang juga sangat baik. “Pak Deputi sangat apresiasi dengan pengerjaan ini karena kualitasnya yang bagus,” hematnya.

Budi menjelaskan, hal yang kemungkinan menjadi kendala pengerjaan yaitu kondisi cuaca. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi kepada rekanan, sehingga solusinya sudah jelas.

“Pengerjaan ini kan ada tiga bagian. Kalau bagian ketiga tidak bisa dikerjakan saat hujan ataupun malam hari, rekanan akan kejar pengerjaan bagian kedua dan pertama. Begitupun sebaliknya,” papar Budi.

Budi juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, serta rutin menyampaikan laporan kepada BNPB terkait pembangunan Jembatan Kayugadang itu. Sehingga, proses penyelesaiannya berlangsung dengan lancar dan rampung dengan hasil berkualitas tinggi. “Jembatan ini akan menjadi akses terdekat warga ke Stadion Utama Sumbar ke depannya. Jadi kualitas sangat dibutuhkan. Makanya, wajar jika BNPB menjadikan jembatan ini tolak ukur hibah berikutnya,” pungkas Budi. (Hpg)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Minggu, 3 Mei 2026 | 08:07

...

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:04

...

Tim SAR Temukan Pencari Rongsokan Tewas 500 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:54

...

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

...

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

...

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

...

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

...

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05

...

BERITA TERKINI

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Minggu, 3 Mei 2026 | 08:07

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:04

Tim SAR Temukan Pencari Rongsokan Tewas 500 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:54

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05
Oplus_0

Cekcok Berujung Maut di Kuranji, Pria 50 Tahun Tewas Ditusuk

Kamis, 30 April 2026 | 18:20

Kloter 05 Embarkasi Padang Diberangkatkan ke Madinah

Kamis, 30 April 2026 | 18:18

Poktan Air Santok Indah Menjadi Lokasi Penelitian Archeda Co. Jepang dan Unand

Kamis, 30 April 2026 | 17:57

Bundo Kanduang Saniang Baka Studi Tiru ke Kota Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 17:55
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.