Daerah

Bawaslu Padang Pariaman Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Siap Kawal Pemilu 2029 Bermartabat!

​Padang Pariaman – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat di Kabupaten Padang Pariaman” dan melibatkan 40 peserta dari kalangan tokoh kepemudaan, organisasi, serta pegiat pemilu se-kabupaten.

​Kegiatan dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi didampingi Kepala Bagian Pengawasan, Fadhlul Hanif. Khadafi menggarisbawahi pentingnya peran mahasiswa, kelompok kepemudaan, dan pegiat kepemiluan yang hadir.

Ia menyebutkan bahwa saat ini tersedia banyak sarana, termasuk media sosial, yang dapat digunakan sebagai sarana belajar dan penyebarluasan ilmu pengawasan kepada masyarakat luas melalui tangan para kader.

​Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Padang Pariaman, Azwar Mardin, menyampaikan harapannya agar para kader yang terbentuk dapat mengembangkan fungsi pengawasan dengan baik dan melaksanakan pengawasan di Padang Pariaman secara lebih optimal ke depannya.

​Sesi materi diisi oleh narasumber yang berfokus pada teknis pengawasan. Koordinator Divisi HPPH (Hukum, Pencegahan, Parmas,Humas ) Indra Gunawan pada Sesi Materi 1 memaparkan terkait teknis pencegahan pelanggaran dan sengketa proses pemilu.

Sementara itu Koordinator Divisi P3S ( Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa) Irwandi pada Sesi Materi 2 dan 3 menyampaikan materi Teknis Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa. Pada Sesi Materi 4, Indra Gunawan kembali membahas Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif yang bertujuan memperluas jangkauan pengawasan, menumbuhkan kesadaran politik, dan mendorong budaya demokrasi yang sehat.

​Untuk Sesi 5 dan 6 oleh Azwar Mardin berfokus pada Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Pengawasan Partisipatif. Penguatan jaringan dapat dilakukan melalui kolaborasi antarlembaga, pembangunan kemitraan, dan pemanfaatan teknologi bersama.

 

Kegiatan ditutup dengan sesi penyusunan rencana Tindak Lanjut, penyerahan hadiah kepada peserta terbaik dan sesi post-test bagi para kader.(*)