Padang – Kondisi rumput Stadion H. Agus Salim, Padang, menjadi sorotan setelah dinilai tetap prima meski diguyur hujan deras sepanjang pertandingan Semen Padang FC melawan Persib Bandung, Senin (5/4/2026) malam.
Dalam laga lanjutan Super League pekan ke-26 itu, intensitas hujan yang tinggi tak membuat lapangan tergenang. Pertandingan tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti, memunculkan apresiasi dari penonton hingga warganet di media sosial.
Sejumlah komentar menyebut sistem drainase stadion bekerja optimal. Bahkan, kondisi ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik dibanding sejumlah stadion lain di Indonesia, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.
Stadion yang diresmikan oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, pada 23 Mei 1983 itu memang telah mengalami beberapa kali renovasi. Perbaikan tersebut berdampak signifikan pada kualitas rumput serta daya serap air lapangan.
Apresiasi serupa sebelumnya juga datang dari klub Malaysia, PDRM FC, saat menjalani laga uji coba di stadion tersebut pada November 2024. Mereka menilai lapangan tetap dalam kondisi baik meski hujan turun sejak awal hingga akhir pertandingan.
Salah satu pihak yang terlibat dalam penataan rumput stadion, Supomo Hariyadi, mengatakan kualitas lapangan merupakan hasil dari proses renovasi yang tepat, mulai dari pemilihan jenis rumput hingga perawatan berkelanjutan.
Menurutnya, penggunaan material berkualitas dan peralatan yang memadai menjadi kunci utama menjaga kondisi lapangan tetap stabil di berbagai situasi cuaca.
Saat ini, pengelolaan Stadion H. Agus Salim berada di bawah Kabau Sirah Production (KSP), yang juga menjadi basis operasional Semen Padang FC di kompetisi musim 2025/2026.
Direktur KSP, Renol Fadhli, menyebut kondisi tersebut merupakan hasil kerja kolektif dalam menjaga fasilitas stadion. Meski demikian, ia menegaskan perbaikan akan terus dilakukan ke depan.
“Kami masih terus berbenah. Komitmen kami adalah menjaga kualitas stadion ini agar tetap layak dan nyaman,” ujarnya.(Jamal)