Daerah

Suporter Ultimatum Manajemen Semen Padang FC Berbenah

Padang – Aksi boikot yang dilakukan kelompok suporter The Kmers terhadap Semen Padang FC menjadi sorotan dalam laga melawan Persijap Jepara.

Dalam pertandingan tersebut, suporter yang tergabung dalam The Kmers memilih tidak masuk ke stadion. Mereka berkumpul di depan tribun VIP sambil menyanyikan chant dan menyalakan flare sebagai bentuk protes terhadap manajemen klub.

Dirigen The Kmers, Anwar Bule, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk peringatan kepada manajemen agar segera melakukan pembenahan.

“Kami sudah mengambil sikap dengan memboikot pertandingan ini. Tujuannya untuk mengingatkan manajemen. Tim ini harus punya suporter, tanpa suporter tim tidak akan lengkap,” ujar Anwar.

Ia menyebut persoalan yang dikeluhkan suporter tidak hanya terkait hasil di lapangan, tetapi juga menyangkut kondisi internal dan eksternal manajemen yang dinilai perlu dibenahi secara menyeluruh.

Menurutnya, suporter memberikan ultimatum kepada manajemen untuk segera melakukan perubahan dalam dua pertandingan ke depan. Jika tidak, mereka meminta agar manajemen mundur dan menyerahkan posisi kepada pihak yang dinilai lebih kompeten.

“Kami menuntut dalam dua pertandingan ini kalau tidak mampu, segera lepaskan jabatan dan berikan kepada orang yang pantas,” katanya.

Anwar juga menyoroti komposisi pemain yang dinilai belum sesuai ekspektasi. Ia menyebut anggaran besar yang disebut mencapai Rp70 hingga Rp80 miliar tidak sejalan dengan kualitas skuad saat ini.

“Mereka bilang ada dana besar, tapi kenyataannya pemain seperti level Liga 2 semua. Harapan kami bisa bersaing, tapi buktinya tidak ada,” ucapnya.

Usai pertandingan melawan Persijap Jepara, posisi Semen Padang masih berada di papan bawah klasemen dan belum keluar dari zona degradasi. Kondisi ini membuat tekanan terhadap manajemen semakin meningkat.

Dengan sisa pertandingan yang kian menipis, suporter mendesak agar evaluasi segera dilakukan demi menjaga peluang tim bertahan di Liga 1.

“Segera dievaluasi, segera berbenah. Kalau tidak bisa, lebih baik angkat kaki sebelum terlambat,” tutur Anwar.(Jamal)