Padang Pariaman — Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Tahun 2026 agar berlangsung aman, tertib, damai, dan demokratis.
Ajakan tersebut disampaikan Sekda saat memimpin apel gabungan di Kantor Camat Batang Anai, Senin (11/5/2026). Apel gabungan itu dihadiri Camat Batang Anai, unsur Forkopimca, kepala puskesmas, kepala KUA, para wali nagari beserta perangkat, kepala sekolah SD dan SMP, serta berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam arahannya, Hendra menegaskan bahwa keberhasilan Pilwana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan panitia, tetapi membutuhkan dukungan penuh seluruh elemen masyarakat, mulai dari Bamus, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, perangkat nagari, hingga panitia pemilihan.
“Pilwana adalah pesta demokrasi masyarakat nagari. Karena itu mari kita sukseskan bersama agar seluruh tahapan berjalan aman, tertib, lancar, dan sesuai aturan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, saat ini tahapan Pilwana yang sedang berjalan adalah proses perekrutan tenaga KPPS. Untuk itu, seluruh nagari diminta segera melaksanakan tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Saat ini tahapan yang sedang berjalan adalah perekrutan tenaga KPPS. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik dan sesuai aturan,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan Pilwana di Nagari Kasang, Sekda meminta seluruh pihak menghormati dan mematuhi Surat Keputusan Bupati mengenai penundaan pelaksanaan Pilwana serentak di nagari tersebut.
Sementara untuk Pilwana Sungai Buluh Barat, Hendra berharap semua pihak dapat menerima hasil panitia seleksi yang telah ditetapkan secara bijak dan dewasa.
“Keputusan panitia seleksi telah ditetapkan dan tidak dapat diganggu gugat. Mari kita jaga suasana tetap kondusif demi kepentingan masyarakat nagari,” katanya.
Selain membahas Pilwana, Sekda Hendra juga menyoroti persoalan sampah liar di sepanjang lajur dua jalan menuju Bandara Internasional Minangkabau yang berada di wilayah Batang Anai. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena kawasan Batang Anai merupakan gerbang utama masuknya tamu domestik maupun mancanegara ke Sumatera Barat.
“Batang Anai adalah wajah pertama yang dilihat tamu ketika masuk ke Sumatera Barat. Karena itu kebersihan kawasan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah berkoordinasi dengan Balai Jalan dan pihak InJourney untuk penanganan kawasan tersebut. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan ialah pembangunan taman melalui program CSR InJourney guna menata kawasan yang selama ini dijadikan lokasi pembuangan sampah liar.
“Kita berharap dengan dibangunnya taman ini, lokasi tersebut tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah liar,” katanya.
Sekda juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga tengah memperkuat sarana pendukung kebersihan.
“Saat ini kita dalam proses pengadaan satu unit truk sampah dan delapan kontainer penampungan sampah di sejumlah titik yang telah ditentukan,” ujar Hendra Aswara, yang juga tengah menempuh pendidikan doktoral di UNP. (*)