Padang – Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp2 juta kepada warga yang rumahnya terdampak banjir. Bantuan diberikan berdasarkan hasil pendataan dan klasifikasi tingkat kerusakan rumah.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pendataan warga terdampak masih dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan camat di masing-masing wilayah.
“Pada hari ini kita memberikan bantuan langsung tunai sebanyak Rp2 juta kepada siapapun yang terdampak, tentu akan diklasifikasikan rusaknya,” kata Fadly Minggu (8/8/2026) sore.
Fadly meminta warga yang terdampak banjir namun belum masuk dalam data penerima bantuan agar segera berkoordinasi dengan camat masing-masing.
Menurutnya, pemerintah akan melakukan verifikasi terhadap kondisi warga, termasuk memastikan bukti ketinggian air dan dampak kerusakan yang dialami.
“Kalau memang ada, silakan nanti dikomunikasikan kepada camat. Tentu harus ada bukti ketinggian air dan lain-lainnya,” ujarnya.
Bantuan BLT tersebut diprioritaskan bagi rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Pada tahap ini, bantuan disalurkan kepada 191 rumah terdampak yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Padang.
Selain BLT, Pemko Padang juga menyalurkan bantuan dari Wakil Presiden dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bantuan tersebut berupa sembako, susu, matras, selimut, family kit, perlengkapan kebersihan, makanan bayi hingga kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak, termasuk warga yang masih mengungsi.
Fadly meminta bantuan dari BNPB tersebut segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya perintahkan kepada Bapak Sekda, bantuan BNPB ini segera diserahkan kepada masyarakat terdampak. Ada sembako, ada selimut, family kit, sapu, pel, makanan bayi dan lain-lainnya. Tolong segera diberikan,” katanya.
Pemko Padang memastikan penanganan warga terdampak banjir terus dilakukan, termasuk pendataan dan penyaluran bantuan agar masyarakat dapat segera memenuhi kebutuhan dasar setelah bencana.(Jamal)