Padang – Seluruh jenazah korban tewas dalam kecelakaan tragis Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Padang Panjang, Sumatera Barat, akhirnya telah diserahkan kepada pihak keluarga. Empat jenazah terakhir yang sebelumnya dititipkan di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, resmi diserahkan pada Rabu (7/5), termasuk satu jenazah yang diserahkan melalui perwakilan perusahaan bus.
Satu per satu keluarga korban datang ke pos anthem mortem Rumah Sakit Bhayangkara sejak pagi hari, untuk menjemput anggota keluarga mereka yang menjadi korban kecelakaan maut di depan Terminal Bukit Surungan, Kota Padang Panjang.
Dari empat jenazah yang berada di rumah sakit tersebut, tiga di antaranya telah dijemput langsung oleh keluarga masing-masing. Mereka adalah Aryudi, Silaen, dan Etrick. Sementara itu, satu jenazah atas nama Sri Rejeki diserahkan kepada pihak perusahaan Bus ALS untuk kemudian dibawa ke Pekanbaru dan diserahkan kepada keluarganya di sana.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol Harry, menjelaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI secara teliti dan akurat.
“Untuk proses pemulangannya, kami pastikan terlebih dahulu identitas jenazah melalui pemeriksaan kasat mata, seperti wajah, pakaian, dan dokumen. Selain itu, kami bantu dengan pemeriksaan primer menggunakan sidik jari yang cocok dengan data dari Inafis,” ungkap Kompol Harry kepada wartawan.
Dengan penyerahan empat jenazah terakhir ini, seluruh 12 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus ALS telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Seperti diketahui, kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS bernomor polisi B 7512 FGA terjadi pada Selasa pagi (6/5) dan menyebabkan 12 penumpang tewas serta 23 lainnya luka-luka. Diduga kuat, kecelakaan dipicu oleh hilangnya fungsi pengereman saat bus melaju dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang.(***)













