Padang – Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sumatera Barat
yang digelar oleh Bawaslu Sumbar, Rabu – Jum’at (9-11), Pangeran Beach Hotel, Padang resmi ditutup dengan suasana penuh semangat dan harapan baru. Salah satu momen paling berkesan datang dari testimoni Yogi Resya Pratama, perwakilan peserta yang menyampaikan pandangan tajam dan menyentuh tentang makna kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Yogi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tapi menjadi ruang tumbuh tempat mereka menumbuhkan kesadaran, semangat dan keberanian untuk ikut serta menjaga integritas Pemilu.
“Bagi kami, integritas Pemilu adalah urat nadi demokrasi Indonesia. Menjaganya bukan hanya tugas penyelenggara, tapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya tegas, Jum’at, (11/07/2025).
Yogi juga menyoroti bahwa kegiatan tersebut membuka mata para peserta akan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu. Menurutnya, banyak perspektif baru dan pengalaman berharga yang mereka dapatkan, terutama dalam melihat hal-hal mendasar yang sering luput dari perhatian publik.
“Kami jadi lebih paham bahwa demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika masyarakat tidak pasif. Kami diajak berpikir kritis dan berani terlibat,” tambah Yogi yang merupakan Alumni SKPP Nasional tahun 2020.
Ia menegaskan bahwa P2P ini hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Ilmu yang didapat harus dibarengi dengan aksi nyata.
“Setiap pengetahuan harus direalisasikan dengan tindakan. Kalau tidak, maka semua yang kita pelajari hari ini tidak akan berarti apa-apa,” ujarnya mantap.
Di akhir testimoninya, Yogi berharap kegiatan ini bisa menjadi pijakan awal bagi kerja sama yang lebih luas dan gerakan pengawasan partisipatif yang semakin kuat di tengah masyarakat.
“Kami pulang bukan hanya dengan ilmu, tapi juga dengan keberanian untuk peduli dan bertindak,” tutupnya.(*)













