Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Kematian Pengamen di Padang Diusut, Perbedaan Versi Medis dan Dugaan Kekerasan Muncul

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:02
Share on FacebookShare on Twitter

Padang – Kematian Karim (32), seorang pengamen yang diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja di kawasan Pasar Raya Padang, memicu penyelidikan aparat kepolisian. Perbedaan keterangan medis serta dugaan penggunaan kekuatan berlebih saat penertiban menjadi sorotan dalam kasus ini.

Kasus ini mencuat setelah keluarga melaporkan sejumlah kejanggalan ke Polresta Padang. Sertifikat kematian yang diterbitkan RS Bhayangkara Padang menyebut korban mengalami dugaan pendarahan subarachnoid atau pecah pembuluh darah di otak.

BacaJuga

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat Pemko Pariaman

Temuan tersebut berbeda dengan keterangan awal dari Dinas Sosial Kota Padang yang menyebut adanya indikasi gangguan pada sistem pencernaan korban.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Padang, Budi, mengatakan Karim sempat dibawa oleh Satpol PP ke kantor Dinsos dalam kondisi tangan terikat. Ia menduga hal itu dilakukan karena korban diduga mengamuk saat diamankan.

“Korban sempat dibawa ke Dinas Sosial dalam kondisi tangan masih terikat. Diduga saat diamankan situasi di lapangan tidak kondusif,” kata Budi.

Ia menambahkan, pihaknya sempat menyarankan agar korban dirujuk ke RSJ Prof Dr HB Saanin karena tidak memiliki identitas. Terkait kondisi medis, Budi menyebut adanya laporan dokter soal dugaan gangguan lambung.

“Ada cairan menghitam di pencernaan, diduga ada tukak lambung atau sejenisnya,” ujarnya.

Di sisi lain, kuasa hukum keluarga, Muhammad Tito, menilai terdapat kejanggalan dalam proses penanganan korban. Ia menyebut keluarga pertama kali mengetahui kabar kematian Karim dari unggahan media sosial Dinas Sosial yang kemudian dihapus.

“Informasi awal justru dari media sosial Dinsos, lalu postingan itu hilang,” kata Tito.

Ia menegaskan hasil medis dari RS Bhayangkara menunjukkan adanya cedera serius di bagian kepala.

“Dalam surat kematian disebutkan korban mengalami suspect pendarahan subarachnoid,” ujarnya.

Dugaan kekerasan juga muncul dari kesaksian warga. Seorang pedagang di Pasar Raya Padang, Neneng, mengaku melihat langsung proses penertiban terhadap korban.

“Korban dijepit di bagian leher dari belakang lalu diikat,” kata Neneng.

Ia juga mengaku melihat sejumlah luka pada tubuh korban saat berada di RSUD Rasidin Padang, seperti memar di leher, luka di bagian kepala, serta bekas injakan di punggung.

Keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polresta Padang pada 26 Maret 2026. Polisi kini menyelidiki dugaan kematian tidak wajar, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran prosedur oleh petugas.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Muhammad Yasin, membenarkan laporan tersebut tengah ditangani.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini dalam proses penyelidikan,” kata Yasin.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.(Jamal)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

...

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat Pemko Pariaman

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:30

...

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

...

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

...

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

...

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05

...

Oplus_0

Cekcok Berujung Maut di Kuranji, Pria 50 Tahun Tewas Ditusuk

Kamis, 30 April 2026 | 18:20

...

Kloter 05 Embarkasi Padang Diberangkatkan ke Madinah

Kamis, 30 April 2026 | 18:18

...

BERITA TERKINI

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat Pemko Pariaman

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:30

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05
Oplus_0

Cekcok Berujung Maut di Kuranji, Pria 50 Tahun Tewas Ditusuk

Kamis, 30 April 2026 | 18:20

Kloter 05 Embarkasi Padang Diberangkatkan ke Madinah

Kamis, 30 April 2026 | 18:18

Poktan Air Santok Indah Menjadi Lokasi Penelitian Archeda Co. Jepang dan Unand

Kamis, 30 April 2026 | 17:57

Bundo Kanduang Saniang Baka Studi Tiru ke Kota Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 17:55

251 Calon Jamaah Haji Padangpariaman Menuju Tanah Suci

Kamis, 30 April 2026 | 17:52

Ikuti Apresiasi Pemda Berprestasi, JKA: Jadi Motivasi dalam Bekerja

Kamis, 30 April 2026 | 17:43
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.