Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Sidang Kasus Korupsi Lapangan Merdeka Solok, Hakim Ketua Minta Kejujuran Wawako Solok

Senin, 3 Agustus 2020 | 22:39
Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.id – Sidang lanjutan dugaan tindak pidana korupsi terhadap, proyek Tribun Lapangan Merdeka, Kota Solok, kembali dilanjutkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Senin, (3/8).

Kasus yang menyeret Syofia Handayani selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Perkim dan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), terdakwa Jaralis selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Sahidin selaku kontraktor yang diduga telah merugikan keuangan negara, sekitar Rp. 1 miliar lebih.

BacaJuga

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok, Teddy cs menghadirkan lima orang saksi. Wakil Wali Kota Solok Reiner, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Fuswati Erpita, Kabag PAP, Jufri Swardi, Kelompok Kerja (Pokja) dan tim teknis, Ronal serta ketua DPRD Solok.

Namun dalam sidang ketua DPRD tidak datang, dengan alasan karena ada kegiatan lain. Para saksi yang dihadirkan JPU bertujuan untuk mengkroscek atau mengkonfrontir antara keterangan saksi-saksi dan dan terdakwa.

Menurut keterangan saksi Wakil Wali Kota Solok, Reiner, mengaku tidak hadir dalam rapat pembahasan PCM. Namun saksi mengaku, sering melihat proyek lapangan merdeka.

“Permasalahan yang saya tahu, ada uang yang diambil,” kata Reiner.

Namun dalam sidang tersebut, majelis hakim menekankan kepada saksi untuk berkata jujur di dalam persidangan yang terhormat karena jika saksi berkata bohong dapat dipidana dengan hukuman 7 tahun penjara.

“Saksi, kami meminta kejujuran saja, karena seluruh saksi sudah diperiksa. Bila saudara saksi memberikan keterangan palsu maka, dipidana hukuman tujuh tahun, dan itu ada pasal yang mengatur,” terangnya.

Terhadap hal tersebut, saksi Reiner tampak terdiam. Saksi lainnya yakninya, Fuswati Erpita selaku PPTK mengaku terima uang.

“Ya benar saya terima uang, tapi itu saya anggap membayar hutang,” imbuhnya.

Saksi juga menerangkan, kegiatan proyek lapangan merdeka tersebut terdapat perubahan angka menjadi 93 persen.

“Perubahan angka itu, terjadi ada pertemuan Ricky selaku menejer dengan Adek, dan saya menyaksikan pertemuan itu, karena saya ada di sana waktu rapat,” ujar saksi.

Sedangkan saksi Ronal yang saat itu menjabat sebagai tim Pokja dan tim teknis mengaku, proyek pengerjaan lapangan merdeka, dilakukan dengan UPL.

“Sistem UPL, itu hanya berlaku satu kali,” imbuhnya.

Selanjutnya, dalam sidang hakim juga menanyakan kepada saksi Juprimawardi selaku kepala ULP terkait proyek membantah. Namun sebaliknya Saybin kepada hakim membenarkan adanya pertemuan di Padang Panjang dan Rumah Dinas DPRD. Keterangan pertemuan itu juga dipertegas Saybin dengan memperlihatkan kepada hakim foto sejumlah pertemuan dengan Boris didua tempat tersebut.

Dalam sidang tersebut, tiga terdakwa didampingi Penasihat Hukum (PH). Sidang yang dipimpin oleh Yose Ana Roslinda didampingi Zaleka dan M. Takdir, menunda sidang hingga tanggal 14 Agustus 2020 dengan agenda tuntutan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Terdakwa Syofia Handayani, merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Perkim dan sebagai PPK Proyek pembangunan Tribun Lapangan Merdeka Kota Solok.

Sementara, terdakwa Jaralis saat itu bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan Sahidin selaku kontraktor, melakukan pengerjaan proyeknya, diduga telah terjadi penggelembungan (mark up) terhadap volume pekerjaan.

Syofia bersama Jaralis diduga kuat menyetujui bobot pekerjaan yang diajukan oleh pelaksana proyek sebesar 93,00 persen. Sementara hasil pemeriksaan lapangan oleh konsultan pengawas, progres pekerjaan baru 84,304 persen.
Terdakwa tidak memutus kontrak pekerjaan saat pelaksana tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan. Meski sudah diberikan tenggang waktu penyelesaian pekerjaan sampai 50 hari kerja.

Share99TweetSend

Berita Terkait

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Rabu, 15 April 2026 | 06:44

...

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 | 06:33

...

Yota Balad Sampaikan Proposal Pengembangan Sektor Pertanian ke Menteri Pertamian

Rabu, 15 April 2026 | 05:55

...

156 Calon Paskibraka Pariaman Ikuti Seleksi Paskibraka

Rabu, 15 April 2026 | 05:53

...

DPRD Padang Usulkan Pencabutan Perda Keuangan Kepala Daerah 2003

Kamis, 16 April 2026 | 13:02

...

Polda Sumbar Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi di Padang

Jumat, 10 April 2026 | 06:21

...

Padangpariaman Raih Penghargaan Bidang Kesehatan

Rabu, 8 April 2026 | 06:32

...

Oplus_0

Perkuat Sinergi, JKA Temui Perantau Piaman di Jakarta

Rabu, 8 April 2026 | 06:29

...

BERITA TERKINI

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Rabu, 15 April 2026 | 06:44

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 | 06:33

Yota Balad Sampaikan Proposal Pengembangan Sektor Pertanian ke Menteri Pertamian

Rabu, 15 April 2026 | 05:55

156 Calon Paskibraka Pariaman Ikuti Seleksi Paskibraka

Rabu, 15 April 2026 | 05:53

DPRD Padang Usulkan Pencabutan Perda Keuangan Kepala Daerah 2003

Kamis, 16 April 2026 | 13:02

Polda Sumbar Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi di Padang

Jumat, 10 April 2026 | 06:21

Padangpariaman Raih Penghargaan Bidang Kesehatan

Rabu, 8 April 2026 | 06:32
Oplus_0

Perkuat Sinergi, JKA Temui Perantau Piaman di Jakarta

Rabu, 8 April 2026 | 06:29

Suasana Haru Sertijab Sekda Padangpariaman

Rabu, 8 April 2026 | 06:25

22 WBP Terima Ijazah Paket

Rabu, 8 April 2026 | 06:22

8 Guru Besar Baru Dikukuhkan di UNP, Dorong Inovasi dan Riset

Selasa, 7 April 2026 | 21:16
Rudi jabat tangan dengan Walikota Pariaman Yota Balad usai dilantik.

Sekda Padangpariaman Rudi Rilis Dilantik Jadi “Bendahara” Pemko Pariaman

Selasa, 7 April 2026 | 06:34
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.