Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Konflik Invansi Rusia dan Ukraina, Bagaimana Sikap Indonesia?

Senin, 11 Juli 2022 | 06:27
Gambar ilustrasi.

Gambar ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sarah Belia Putri – Mahasiswa Universitas Perintis Indonesia

Rusia akhirnya menyerang Ukraina, Presiden Vladimir Putin secara resmi menyatakan ini sejak 24 Februari. Permusuhan Rusia kemudian dimulai dengan ledakan di berbagai daerah perkotaan di Ukraina, termasuk Kyiv, Odessa, Kharkiv dan Mariupol. Sampai saat ini tekanan masih terus berlanjut. Faktanya, sebelum Ukraina sering berkumpul dengan Rusia, meskipun demikian, pemimpin Ukraina yang lebih dekat ke Barat dan ingin menjadi bagian penting dari NATO. Meskipun selama perang dingin terjadi, sebelum tahun 1990, Ukraina dan Rusia bergabung dalam liga yang disebut Asosiasi Soviet. Sebuah negara sosialis yang solid saat itu.

BacaJuga

Gerakan Genting untuk Cegah Stunting

Satgas Pusat Tinjau Padangpariaman, JKA Desak Pemulihan Pasca Bencana

Asosiasi Soviet setelah Jerman kalah dan berakhirnya Perang Dunia II, mempengaruhi Eropa timur. Tidak heran jika negara-negara di Eropa Timur juga menjadi negara sosialis. Pada tahun 1991, Asosiasi Soviet dan Pemukiman Warsawa bubar. sekitar waktu yang sama, Ukraina memutuskan mendukung kebebasan dari Asosiasi Soviet dalam sebuah mandat. Presiden Rusia Boris Yeltsin tahun itu, sependapat. Selanjutnya, Rusia, Ukraina dan Belarus membentuk Commonwealth Of Independent States (CIS). bagaimanapun, perpecahan terjadi. Ukraina menganggap bahwa CIS adalah upaya Rusia untuk mengontrol kondisi Domain Rusia dan Asosiasi Soviet.

Pada Mei 1997, Rusia dan Ukraina menandatangani kesepakatan persahabatan. Ini adalah upaya untuk menentukan konflik. Rusia diizinkan untuk mengikuti tanggung jawab luas atas armada Lautan Gelap Ukraina yang berbasis di Krimea. Rusia juga perlu membayar Ukraina biaya sewa karena menggunakan pelabuhan Sevastopol. Hubungan antara Rusia dan Ukraina kembali memanas mulai sekitar tahun 2014. Sekitar saat itu, kerusuhan pecah terhadap kualitas Rusia yang tiada tara. Kerumunan kontra pemerintah menang dalam hal mengusir dukungan dari pemimpin Rusia sebelumnya di Ukraina, Viktor Yanukovych. Pemberontakan bahkan terjadi sebelum rekonsiliasi pada 2015 dengan pengaturan Minsk.

Transformasi juga terbuka mengharapkan Ukraina untuk bergabung dengan Asosiasi Eropa (UE) dan NATO. Ini, mengacu pada Al-Jazeera, mendorong Putin pada kemungkinan meletakkan pangkalan NATO di dekat garisnya. Hal ini juga didukung oleh hubungan erat yang tidak dapat disangkal dari berbagai negara Eropa Timur dengan NATO. Sebut saja Polandia dan negara-negara Balkan.

Ketika Yanukovych jatuh, Rusia memanfaatkan kekosongan kekuasaan untuk menambah Krimea pada tahun 2014. Rusia ikut mendukung separatis di Ukraina timur, khususnya Donetsk dan Luhansk, melawan pemerintah Ukraina. Tidak diragukan lagi bahwa konflik berkelanjutan antara Rusia dan Ukraina telah merenggut nyawa, namun juga mengganggu operasi terkoordinasi di seluruh dunia. Makanan, energi, gas dan bahkan minyak, hal-hal penting ini menjadi kacau akibat pertarungan.

Menanggapi kejadian tersebut, Presiden Indonesia Joko Widodo kemudian memulai pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kediaman Kerajaan Kremlin. Pertemuan tersebut juga diikuti oleh semua pihak membahas berbagai isu penting, salah satunya adalah untuk menyampaikan pesan agar Putin mencegah intrusi taktisnya dari Ukraina. Operasi logistik yang berantakan akibat konflik ini yang menyebabkan sebagian dari biaya pangan dan energi dunia lepas landas. Ada juga beberapa negara yang mengurangi produk makanan untuk memenuhi stok lokal mereka sendiri.

Biaya minyak dunia juga mulai melejit karena konflik ini. Beberapa negara mengalami peningkatan biaya bahan bakar, salah satunya adalah Amerika Serikat (AS) yang mencapai rekor transaksi bahan bakar yang tinggi. Meski demikian, Indonesia tidak mengalami lonjakan biaya karena selama ini BBM dipegang oleh otoritas publik melalui sponsorship. Tak hanya itu, Jokowi juga berpeluang untuk mengajak para pemimpin di dunia untuk kembali fokus pada keberagaman yang ada. (*)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Gerakan Genting untuk Cegah Stunting

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:22

...

Satgas Pusat Tinjau Padangpariaman, JKA Desak Pemulihan Pasca Bencana

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:20

...

JKA Instruksi Pol PP Razia Cafe yang Beroperasi Hingga Dinihari

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:17

...

Rapat Bersama Pordasi, JKA Pastikan Padu Kuda Digelar Tiap Tahun

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:12

...

KSB Lubuk Alung Dikukuhkan

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08

...

Rahmat Hidayat Sambangi Kementerian HAM RI Bahas Kampung Redam

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:06

...

𝐘𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐥𝐚𝐝 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐋𝐊𝐏𝐃 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐏𝐚𝐫𝐢𝐚𝐦𝐚𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟓, 𝐏𝐀𝐃 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:02

...

Sensus Ekonomi Dimulai di Kota Pariaman

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:59

...

BERITA TERKINI

Gerakan Genting untuk Cegah Stunting

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:22

Satgas Pusat Tinjau Padangpariaman, JKA Desak Pemulihan Pasca Bencana

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:20

JKA Instruksi Pol PP Razia Cafe yang Beroperasi Hingga Dinihari

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:17

Rapat Bersama Pordasi, JKA Pastikan Padu Kuda Digelar Tiap Tahun

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:12

KSB Lubuk Alung Dikukuhkan

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08

Rahmat Hidayat Sambangi Kementerian HAM RI Bahas Kampung Redam

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:06

𝐘𝐨𝐭𝐚 𝐁𝐚𝐥𝐚𝐝 𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐋𝐊𝐏𝐃 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐏𝐚𝐫𝐢𝐚𝐦𝐚𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟓, 𝐏𝐀𝐃 𝐌𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:02

Sensus Ekonomi Dimulai di Kota Pariaman

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:59

Peringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pemko Pariaman Gelar Tabligh Akbar

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:57

Ritual Tabuik Piaman Dimulai, Diawali Prosesi Maambiak Tanah

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54

1.200 Anak TK dan PAUD se-Kota Pariaman Ikuti Senam Masal

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:49

𝐀𝐒𝐍 𝐏𝐞𝐦𝐤𝐨 𝐏𝐚𝐫𝐢𝐚𝐦𝐚𝐧 𝐆𝐞𝐥𝐚𝐫 𝐀𝐩𝐞𝐥 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:43
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.