Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Afrizul, Penjaga Perlintasan yang Jadi “Tameng Nyawa” di Lubuk Buaya

Selasa, 11 November 2025 | 07:09
Afrizul.

Afrizul.

Share on FacebookShare on Twitter

Padang – Mata Afrizul menatap lurus ke arah rel, tajam dan tak berkedip. Lelaki 41 tahun itu tahu, sedikit saja lengah, taruhannya nyawa manusia.

Begitu kilatan besi dari kejauhan terlihat, tangannya langsung menekan tombol merah di depannya. Perlahan, palang pintu turun dan menutup dua arah jalan. Dari dalam pos kecil di perlintasan Lubuk Buaya, Padang, Afrizul — atau yang akrab disapa Zul — keluar sambil memastikan tak ada satu pun kendaraan yang nekat menerobos.

BacaJuga

Pemko Bandar Lampung Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk Korban Banjir di Padang

KORPRI Peduli Bencana Sumatera: “Menggerakkan Solidaritas ASN untuk Pemulihan Aceh–Sumut–Sumbar”

“Begitu terlihat kereta api, palang pintu langsung diturunkan,” ujarnya.

Sudah delapan tahun Zul menjalani pekerjaan ini. Delapan tahun pula ia jadi penjaga keselamatan orang-orang yang melintas setiap hari.

Diterobos, Dipatahkan, Tapi Tetap Dijaga

Pekerjaan Zul tak selalu mulus. Bukan karena keretanya, tapi karena pengendara yang tak sabaran.
“Paling sering itu palang pintu ditabrak atau dipatahkan. Dalam setahun bisa sampai delapan kali,” katanya.

Padahal, alarm sudah dibunyikan dari jauh. Tapi masih ada saja yang nekat menerobos sebelum palang turun sempurna. Saat itu terjadi, Zul tak sempat marah. Refleksnya hanya satu: menjaga agar tak ada yang celaka.

Kalau palang rusak, Zul akan berlari ke jalur terbuka, membawa rambu “forbidden” dan bendera merah. Dengan tubuhnya sendiri, ia menutup jalan agar kereta bisa lewat dengan aman.

“Kita tentu tidak ingin ada insiden,” ujarnya tegas.

Rel Licin, Pengendara Terpeleset

Selain pengendara bandel, ada satu lagi musuh Zul: hujan. Saat rel basah, jalan di perlintasan jadi sangat licin. Banyak motor terpeleset.

“Kalau lewat sini harus agak miring sedikit, jangan lurus-lurus banget,” kata Zul.
Ia hafal betul posisi rel yang rawan jatuh. Dalam sehari, ia bisa menolong lima hingga enam pengendara yang terjatuh.

12 Kali Kereta Lewat, Tak Boleh Lengah

Zul bekerja dalam sistem shift. Ia kebagian jaga pagi, dari pukul 05.00 sampai 13.00. Dalam delapan jam itu, sekitar 12 kereta api melintas di jalur Lubuk Buaya — baik dari arah bandara maupun Tabing.

Lelaki asal Agam ini sebenarnya lulusan S1 Ekonomi Manajemen Unitas. Tapi baginya, pekerjaan ini jauh lebih dari sekadar mencari nafkah.

“Ini pekerjaan mulia. Saya membantu orang agar tidak tertabrak kereta,” ucap ayah dua anak itu.

Pahlawan di Tengah Bising Rel

Afrizul mungkin tak mengenakan seragam militer atau atribut kepahlawanan. Tapi di setiap bunyi klakson panjang yang menggema dari rel, di setiap palang yang turun tepat waktu, di sanalah ada sosok yang menjaga nyawa banyak orang.

Zul, penjaga perlintasan di Lubuk Buaya, adalah pahlawan dalam diam.(*)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Pemko Bandar Lampung Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk Korban Banjir di Padang

Selasa, 9 Desember 2025 | 20:41

...

Riky Falantino

KORPRI Peduli Bencana Sumatera: “Menggerakkan Solidaritas ASN untuk Pemulihan Aceh–Sumut–Sumbar”

Selasa, 9 Desember 2025 | 20:38

...

Rengkah di Bukit Cendawan Picu Kekhawatiran Longsor, Warga Batu Busuk Diimbau Waspada

Senin, 8 Desember 2025 | 22:11

...

Pemkab Dharmasraya Dirikan Posko Peduli Bencana di Padang

Senin, 8 Desember 2025 | 22:09

...

Kementan RI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang

Senin, 8 Desember 2025 | 22:07

...

ASN Ikut Bantu Bersihkan SMAN 12 Padang Usai Diterjang Banjir

Senin, 8 Desember 2025 | 21:18

...

Firman Arif Serahkan 200 Paket Bantuan Banjir kepada Warga Terdampak

Senin, 8 Desember 2025 | 20:33

...

Kerugian Infrastruktur Akibat Banjir Padang Capai Rp.264 M, 7 Jembatan Rusak Berat

Senin, 8 Desember 2025 | 20:07

...

BERITA TERKINI

Pemko Bandar Lampung Serahkan Bantuan Rp200 Juta untuk Korban Banjir di Padang

Selasa, 9 Desember 2025 | 20:41
Riky Falantino

KORPRI Peduli Bencana Sumatera: “Menggerakkan Solidaritas ASN untuk Pemulihan Aceh–Sumut–Sumbar”

Selasa, 9 Desember 2025 | 20:38

Rengkah di Bukit Cendawan Picu Kekhawatiran Longsor, Warga Batu Busuk Diimbau Waspada

Senin, 8 Desember 2025 | 22:11

Pemkab Dharmasraya Dirikan Posko Peduli Bencana di Padang

Senin, 8 Desember 2025 | 22:09

Kementan RI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Padang

Senin, 8 Desember 2025 | 22:07

ASN Ikut Bantu Bersihkan SMAN 12 Padang Usai Diterjang Banjir

Senin, 8 Desember 2025 | 21:18

Firman Arif Serahkan 200 Paket Bantuan Banjir kepada Warga Terdampak

Senin, 8 Desember 2025 | 20:33

Kerugian Infrastruktur Akibat Banjir Padang Capai Rp.264 M, 7 Jembatan Rusak Berat

Senin, 8 Desember 2025 | 20:07

Rahmat Saleh Soroti Kebijakan Menteri Kehutanan

Minggu, 7 Desember 2025 | 06:16
Oplus_0

Zigo Rolanda Tinjau Progres Perbaikan Intake Guo 10 Hari Pascabencana

Minggu, 7 Desember 2025 | 05:46

Ratusan Siswa SDN 07 Gurun Laweh Kehilangan Seragam Akibat Banjir

Minggu, 7 Desember 2025 | 05:44

Taspen Serahkan 108 Paket Sembako untuk Korban Bencana

Sabtu, 6 Desember 2025 | 10:17
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.