Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Musfi Yendra Lahirkan Buku Keterbukaan Informasi Berjudul Transparansi Tiga Arah

Senin, 12 Januari 2026 | 12:04
Share on FacebookShare on Twitter

Padang— Di tengah menguatnya tuntutan publik terhadap pemerintahan yang bersih dan transparan, Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat, Musfi Yendra, menulis buku terbarunya berjudul “Transparansi Tiga Arah: Islam, Dunia Global, dan Indonesia dalam Era Keterbukaan Informasi”.

Buku ini menjadi refleksi mendalam sekaligus ajakan moral untuk menempatkan keterbukaan informasi sebagai fondasi demokrasi, etika kepemimpinan, dan hak asasi manusia.

BacaJuga

Pantau Pilwana Padangpariaman, Rahmat Hidayat: Siapapun yang Terpilih Harus Didukung

Pemkab Padangpariaman akan Gelar CFD 18 Juli

Musfi Yendra menegaskan bahwa kekuasaan di era modern tidak lagi bertumpu pada kekuatan fisik atau senjata, melainkan pada penguasaan dan akses terhadap informasi. Namun ironisnya, semakin tinggi tuntutan keterbukaan, semakin banyak pula ruang pengambilan keputusan yang tertutup rapat dari pengawasan publik. Kondisi ini memunculkan pertanyaan kritis: mengapa negara sering kali takut untuk terbuka kepada rakyatnya sendiri?

“Tanpa keterbukaan tidak akan lahir kepercayaan. Tanpa kepercayaan tidak ada legitimasi. Dan tanpa legitimasi, kekuasaan hanyalah kesewenang-wenangan yang dibungkus formalitas hukum,” ungkap Musfi Yendra dalam pengantar bukunya.

Buku Transparansi Tiga Arah dibagi ke dalam tiga perspektif utama. Pada bagian pertama, pembaca diajak menelusuri akar keterbukaan dalam tradisi Islam. Musfi Yendra menguraikan praktik transparansi dan akuntabilitas pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin.

Mulai dari sikap Rasulullah yang membuka ruang dialog dan kritik, hingga kebijakan Khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Umar bin Abdul Aziz yang menjadikan keterbukaan sebagai prinsip pemerintahan. Fakta ini menegaskan bahwa transparansi bukanlah konsep impor dari Barat, melainkan nilai luhur yang telah hidup dalam peradaban Islam sejak lebih dari 14 abad lalu.

Pada bagian kedua, buku ini mengulas praktik keterbukaan informasi di tingkat global. Negara-negara seperti Swedia, Norwegia, Estonia, Amerika Serikat, dan India ditampilkan sebagai contoh bagaimana akses informasi dijadikan pilar tata kelola pemerintahan yang baik.

Di sisi lain, Musfi Yendra juga menyinggung negara-negara yang menjadikan kerahasiaan sebagai ideologi kekuasaan, dengan Korea Utara sebagai contoh ekstrem bagaimana kegelapan informasi digunakan untuk mengontrol rakyat.

Bagian ketiga buku ini secara khusus membahas konteks Indonesia pascareformasi, terutama implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Meski UU KIP menjadi tonggak penting demokrasi, buku ini mencatat berbagai tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya pemahaman badan publik, uji konsekuensi yang tidak objektif, hingga maraknya sengketa informasi.

Dalam konteks ini, peran Komisi Informasi ditegaskan sebagai pengawal hak publik atas informasi, yang membutuhkan dukungan aktif masyarakat sipil, media, akademisi, dan tokoh agama.

“Ini merupakan buku saya yang ketujuh, buku ini berisi 60 esai reflektif dan argumentatif, yang ditulis secara konsisten satu tulisan per pekan, sejak dilantik sebagai komisioner pada Februari 2024 lalu oleh Gubernur Sumatera Barat. Buku ini juga memuat pengalaman dan pengamatan saya sebagai Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat tentang fenomena dan realita keterbukaan informasi publik,” ungkap Musfi, Senin, 12 Januari 2026 di Padang.

Buku Transparansi Tiga Arah, terdiri dari 430 halaman, diterbitkan oleh Pustaka Rumah Kayu. Buku ini ditujukan tidak hanya bagi pembuat kebijakan dan pegiat keterbukaan informasi, tetapi juga bagi masyarakat luas yang meyakini bahwa informasi publik adalah milik rakyat, bukan monopoli elit.

Diharapkan, buku ini dapat menjadi lentera kecil yang menerangi ruang-ruang kekuasaan yang gelap, demi menghadirkan negara yang benar-benar terbuka dan berpihak kepada rakyat. (*)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Pantau Pilwana Padangpariaman, Rahmat Hidayat: Siapapun yang Terpilih Harus Didukung

Senin, 29 Juni 2026 | 07:12

...

Pemkab Padangpariaman akan Gelar CFD 18 Juli

Senin, 29 Juni 2026 | 07:04

...

𝐀𝐅𝐈 𝐈𝐤𝐮𝐭 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐬𝐨𝐧𝐚 𝐇𝐨𝐲𝐚𝐤 𝐓𝐚𝐛𝐮𝐢𝐤 𝐏𝐢𝐚𝐦𝐚𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟔

Senin, 29 Juni 2026 | 06:59

...

Tabuik Naiak Pangkek Diramaikan Oleh Ribuan Pengunjung

Senin, 29 Juni 2026 | 06:57

...

Jelang Tabuik, Walikota Pariaman Sambut Kedatangan Wamenbud, Giring Ganesha

Senin, 29 Juni 2026 | 06:54

...

Hoyak Hoyak Tabuik Piaman Meriah

Senin, 29 Juni 2026 | 06:52

...

DPRD Padang Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi-fraksi terhadap P-KUA dan P-PPAS TA 2026

Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06

...

Yota Balad Buka Ekraf Fest Bandagala

Sabtu, 27 Juni 2026 | 05:06

...

BERITA TERKINI

Pantau Pilwana Padangpariaman, Rahmat Hidayat: Siapapun yang Terpilih Harus Didukung

Senin, 29 Juni 2026 | 07:12

Pemkab Padangpariaman akan Gelar CFD 18 Juli

Senin, 29 Juni 2026 | 07:04

𝐀𝐅𝐈 𝐈𝐤𝐮𝐭 𝐑𝐚𝐦𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐬𝐨𝐧𝐚 𝐇𝐨𝐲𝐚𝐤 𝐓𝐚𝐛𝐮𝐢𝐤 𝐏𝐢𝐚𝐦𝐚𝐧 𝟐𝟎𝟐𝟔

Senin, 29 Juni 2026 | 06:59

Tabuik Naiak Pangkek Diramaikan Oleh Ribuan Pengunjung

Senin, 29 Juni 2026 | 06:57

Jelang Tabuik, Walikota Pariaman Sambut Kedatangan Wamenbud, Giring Ganesha

Senin, 29 Juni 2026 | 06:54

Hoyak Hoyak Tabuik Piaman Meriah

Senin, 29 Juni 2026 | 06:52

DPRD Padang Rapat Paripurna Pendapat Akhir Fraksi-fraksi terhadap P-KUA dan P-PPAS TA 2026

Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06

Yota Balad Buka Ekraf Fest Bandagala

Sabtu, 27 Juni 2026 | 05:06

Shafira Zelka Rahmadhani dan Syatir Khairan Diandra Terpilih sebagai Cik Uniang Cik Ajo Kota Pariaman

Sabtu, 27 Juni 2026 | 05:03

Pemko Pariaman Tenis Bareng Kodaeral II Padang

Sabtu, 27 Juni 2026 | 05:00

Andika Kharisma P dan Putri Zafira Terpilih Jadi Duta Genre Pariaman

Sabtu, 27 Juni 2026 | 04:57

Lestarikan Budaya Lokal, Pemko Pariaman Gelar Festival Maantaan Sambareh

Sabtu, 27 Juni 2026 | 04:54
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.