Padang – Universitas Negeri Padang resmi mengukuhkan delapan guru besar baru dalam Rapat Senat Akademik Terbuka yang digelar di Auditorium kampus, Selasa (7/4/2026). Pengukuhan ini menambah jumlah profesor di UNP menjadi 168 orang.
Rektor UNP, Krismadinata, menyampaikan bahwa delapan guru besar yang dikukuhkan berasal dari empat fakultas. Dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) sebanyak tiga orang yakni Prof. Dr. Susi Fitria Dewi, Prof. Dr. Erianjoni, dan Prof. Dr. Ernawati. Kemudian dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sebanyak dua orang yakni Prof. Dr. Khairuddin dan Prof. Dr. Masrun.
Selanjutnya dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ada dua orang yakni Prof. Dr. Ismaniar dan Prof. Dr. Rifma. Sementara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), satu orang yakni Prof. Dr. Sri Ulfa Sentosa.
“Dengan bertambahnya delapan orang guru besar ini, berarti UNP telah memiliki sebanyak 168 orang guru besar,” kata Krismadinata dalam sambutannya.
Ia menyampaikan apresiasi atas capaian akademik para profesor yang baru dikukuhkan. Menurutnya, gelar guru besar bukan hanya pencapaian tertinggi dalam karier dosen, tetapi juga membawa tanggung jawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi terhadap masyarakat.
“Dengan gelar yang diberikan, kami mengharapkan para guru besar terus berkarya, mengharumkan nama institusi, serta berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di bidang pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Krismadinata juga menekankan bahwa guru besar memiliki peran strategis sebagai etalase perguruan tinggi. Kualitas para profesor, kata dia, turut menentukan kualitas institusi secara keseluruhan.
Dalam orasi ilmiahnya, masing-masing guru besar memaparkan kebaruan (novelty) sesuai bidang kepakaran. Prof. Sri Ulfa Sentosa, misalnya, menyoroti pentingnya pengembangan agroindustri dan kebijakan harga pangan untuk meningkatkan kesejahteraan produsen dan konsumen.
Sementara itu, Prof. Ismaniar menekankan penguatan kapasitas orang tua melalui program parenting dan sinergi dengan lembaga pendidikan anak usia dini. Prof. Rifma menawarkan model supervisi pendidikan berbasis pengembangan profesional guru yang berorientasi pada refleksi dan kolaborasi.
Di bidang keolahragaan, Prof. Khairuddin menyoroti pentingnya aktivitas fisik dan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kebugaran, sedangkan Prof. Masrun mengembangkan pendekatan pembelajaran motorik berbasis permainan (fun game).
Dari bidang sosial, Prof. Susi Fitria Dewi mengkaji dinamika konflik sosial, Prof. Erianjoni mengembangkan pembelajaran sosiologi berbasis konteks lokal Minangkabau, dan Prof. Ernawati menekankan pentingnya pendidikan lingkungan hidup dan kebencanaan sebagai gerakan bersama.
Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga para guru besar yang telah memberikan dukungan penuh hingga mencapai jabatan akademik tertinggi tersebut.
“Energi dan semangat baru dari para guru besar ini diharapkan membentuk sinergi positif bagi perkembangan UNP ke depan,” katanya.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi UNP dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di bidang pendidikan.(Jamal)












