Daerah

Pemko Padang Salurkan Bantuan Rp8 Miliar untuk Pelaku Usaha Perikanan dan Pangan Terdampak Banjir

Padang – Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan senilai Rp8 miliar kepada sejumlah kelompok usaha di sektor perikanan dan pangan yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan tersebut diserahkan Wali Kota Padang Fadly Amran dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

Penyerahan bantuan berlangsung di Panggung Utama Perayaan HJK Padang ke-357, kawasan bawah Jembatan Siti Nurbaya, Senin (10/8/2026). Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025.

Fadly mengatakan, rangkaian peringatan HJK Padang tahun ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Banyak masyarakat kita yang terdampak bencana. Sehingga momen HJK-357 ini juga kita gunakan untuk penggalangan amal bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Fadly.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan melalui Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang merupakan bagian dari program rehabilitasi pascabencana sekaligus program unggulan Padang Melayani.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu warga kembali menjalankan aktivitas usaha dan memulihkan perekonomian keluarga.

“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu proses pemulihan dan menggerakkan kembali perekonomian keluarga para penerima bantuan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi recovery perekonomian keluarga Bapak dan Ibu semua,” katanya.

Fadly juga mengungkapkan, Pemko Padang sebelumnya telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp540 juta kepada warga yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026.

“Pada Jumat lalu kita juga telah menyalurkan bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang terdampak banjir pada 3 Agustus 2026 sebesar Rp540 juta, kepada 270 rumah yang terdampak bencana banjir dan cuaca ekstrem di Kota Padang,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi mengatakan, bantuan senilai Rp8 miliar tersebut berasal dari APBD Kota Padang sebesar Rp3,1 miliar dan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp4,9 miliar.

Bantuan disalurkan dalam berbagai bentuk untuk mendukung pemulihan usaha masyarakat, mulai dari sektor perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, hingga konsumsi dan keamanan pangan.

Untuk sektor perikanan tangkap, Pemko Padang menyerahkan 19 unit perahu fiber, 724 set jaring monofilamen, serta 19 unit mesin tempel 15 PK.

Sementara di sektor perikanan budidaya, bantuan yang diberikan berupa 30 ekor calon induk lele dan 800 kilogram pakan ikan.

Pemko Padang juga memberikan sejumlah peralatan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan, yakni 4 unit chest freezer, 1 unit vacuum sealer, 1 unit kompor gas, dan 1 unit kuali besar.

Di sektor konsumsi dan keamanan pangan, bantuan diberikan dalam bentuk sarana Kebun Rumah Pangan Lestari (KRPL). Bantuan tersebut meliputi tanah humus, pupuk kompos, polybag, serta berbagai benih sayuran seperti bayam, cabai, tomat, kangkung, dan tanaman lainnya.

Selain itu, disalurkan pula bantuan peralatan pengolahan pangan berupa blender, mesin press baglog, freezer box, kulkas dua pintu, dan mesin press sealer.

Alfiadi menambahkan, Pemko Padang juga tengah memproses pendistribusian bantuan pangan berupa beras kepada 17.218 jiwa yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026.

“Totalnya 36,2 ton kepada warga yang terdampak banjir dan cuaca ekstrem pada 3 Agustus 2026 lalu, dan bantuan kepada pembudidaya ikan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang turut terdampak,” kata Alfiadi.

Pemko Padang berharap berbagai bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mempercepat pemulihan sektor ekonomi warga yang terdampak bencana.(Jamal)