Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Kisah Ita, Penjual Sambareh di Pariaman yang Turun Temurun

Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:43
Ita (jilbab hitam), sedang melayani pembeli.

Ita (jilbab hitam), sedang melayani pembeli.

Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.co.id – Kota Pariaman dikenal memiliki beragam makanan tradisional yang enak. Makanan tersebut hingga kini masih bisa dijumpai di kota Pariaman. Seperti salah satunya adalah “Serabi atau yang sering disebut Sambareh”.

Jenis kudapan ini merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang masih banyak dijual di Kota Pariaman. Seperti di jalan SM. Abidin Kelurahan Pasir Kecamatan Pariaman Tengah, makanan tradisional ini masih bisa didapatkan setiap harinya. Serabi ini menjadi sarapan pagi oleh masyarakat Pariaman. Selain itu makanan ini juga menjadi oleh-oleh keluarga bagi tamu yang datang berkunjung ke Kota Pariaman. Ita, nama penjual Sambareh ini mengaku sudah puluhan tahun berjualan Sambareh. Meskipun dengan kondisi stroke yang telah diidapnya selama delapan tahun terakhir, tidak membuatnya berhenti berjualan demi membantu ekonomi keluarganya. “Sudah lama sekali saya jualan ini, alhamdulillah peminatnya tetap banyak,” ujar wanita berusia 47 tahun ini. Ita menuturkan jualan serabi ini merupakan usaha jeluarganya yang dijalani secara turun temurun dari nenek dan ibunya. “Dalam sehari biasanya saya bisa membuat adonan serabi dan sumbareh ini sekitar lima sampai enam kilogram, tapi sekarang karena dalam kondisi pandemi covid-19 adonan yang saya buat berkurang menjadi tiga sampai empat kilogram,” terang ibu tiga orang anak ini. Ita menjelaskan, untuk adonan serabi dan sumbareh, ia bertugas untuk merendang tepung berasnya saja, karena keterbatasan beliau dalam melakukan gerakan dengan kondisi stroke yang dideritanya, sedangkan untuk mengaduk adonannya dilakukan oleh suaminya. “Setelah semua bahan adonan selesai, suami dan anak menolong saya untuk meletakannya di pondok ini, dan setelah itu barulah saya yang memasaknya sambil menunggui pembeli,” ujarnya. Selain rasanya yang enak, harga sambareh juga sangat terjangkau. “Harga sambareh dua ribu rupiah, dan untuk satu buah serabi saya jual dua ribu lima ratus rupiah saja,” ungkap Ita. Ita menjelaskan, beda serabi dan sumbareh adalah dari adonannya. Kalau untuk serabi adonan tepungnya agak encer dan dikasih toping gula merah diatasnya, sedangkan sumbareh adonan tepungnya agak kental dan nantinya akan dihidangkan dengan siraman kuah yang terbuat dari gula merah. Ita mengatakan hasil jualan sambareh mampu menghidupi ia sekeluarga. “Alhamdulillah walaupun masih dalam keadaan pandemi covid-19, saya masih bisa mencukupi kebutuhan keluarga, ditambah lagi dengan penghasilan suami yang didapatnya dari berjualan mainan, minuman, dan rokok, secara keliling, walaupun menjualkan dagangan orang lain,” pungkasnya. (Desi)

BacaJuga

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Tags: Sambarehserabi
ShareTweetSend

Berita Terkait

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Minggu, 3 Mei 2026 | 08:07

...

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:04

...

Tim SAR Temukan Pencari Rongsokan Tewas 500 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:54

...

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

...

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

...

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

...

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

...

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05

...

BERITA TERKINI

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Minggu, 3 Mei 2026 | 08:07

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:04

Tim SAR Temukan Pencari Rongsokan Tewas 500 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:54

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05
Oplus_0

Cekcok Berujung Maut di Kuranji, Pria 50 Tahun Tewas Ditusuk

Kamis, 30 April 2026 | 18:20

Kloter 05 Embarkasi Padang Diberangkatkan ke Madinah

Kamis, 30 April 2026 | 18:18

Poktan Air Santok Indah Menjadi Lokasi Penelitian Archeda Co. Jepang dan Unand

Kamis, 30 April 2026 | 17:57

Bundo Kanduang Saniang Baka Studi Tiru ke Kota Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 17:55
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.