Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Harga Cabai di Padang Masih Terasa Pedas

Minggu, 3 Juli 2022 | 22:25
Foto: Kominfo Padang

Foto: Kominfo Padang

Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.co.id – Harga cabai merah di Padang membumbung tinggi. Bahkan harganya sudah seperti rasanya, pedas. Saking pedasnya, warga beralih ke cabai jenis lain.

Sekilo cabai merah dijual di pasaran di kisaran angka Rp100 ribu. Harga tersebut bertahan sejak dua hingga tiga pekan belakangan.

BacaJuga

21 Penerbangan di Bandara Minangkabau Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau

Walikota Padang Keluarkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

“Sudah dua pekan lebih harganya di kisaran Rp100 ribu perkilogram,” ungkap Yet, pedagang cabai di Pasar Raya Padang, Minggu (3/7/2022).

Pedagang lain, Anto menuturkan, relatif tingginya harga cabai dikarenakan minimnya pasokan dari daerah. Anto menyebut, daerah pemasok cabai seperti Solok, Payakumbuh, serta Kerinci (Jambi) tidak lagi sebanyak sebulan lalu mengirimkan cabai ke Padang.

“Sehingga pasokan sedikit, cabai pun sulit didapat. Kalau pun ada, harganya relatif tinggi,” sebutnya.

Relatif tingginya harga cabai membuat pembeli beralih ke cabai jenis lain. Pembeli memilih cabai rawit dan cabai “belang” untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Awak suko padeh, kalau indak padeh, makan taraso indak lamak. (Saya suka pedas, kalau tidak pedas, makan rasanya tidak enak),” ungkap Yuni, seorang pembeli saat ditemui di Pasar Lubuk Buaya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat saat dikonfirmasi menuturkan, relatif tingginya harga cabai merah di pasaran karena sedikitnya pasokan cabai dari daerah. Hal ini dikarenakan para petani lesu darah saat harga cabai relatif murah sekitar awal Januari kemarin.

“Petani enggan menanam cabai ketika itu karena harga cabai relatif murah, mencapai Rp20 ribu waktu itu. Karena enggannya petani menanam cabai, berimbas sekarang. Pasokan cabai sedikit, harganya menjadi selangit,” kata Syahrial Kamat.

Selain itu, pasokan cabai dari luar Sumbar juga sedikit. Ini dikarenakan harga cabai di luar Sumbar relatif murah. Seperti cabai Jawa dan lainnya.(Charlie Ch. Legi)

ShareTweetSend

Berita Terkait

21 Penerbangan di Bandara Minangkabau Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 | 22:53

...

Walikota Padang Keluarkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Minggu, 6 September 2026 | 22:51

...

Pendaftaran Perlinsos Diperpanjang hingga 31 Desember 2026, Warga Padang Diminta Segera Daftar

Minggu, 6 September 2026 | 11:08

...

Tim Klewang Amankan Pria Bawa Parang di Gunung Pangilun, Nangis Saat Dibawa Polisi

Minggu, 6 September 2026 | 10:46

...

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 7 Flight dari dan ke BIM Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 | 10:42

...

Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polisi Pessel Minta Gelar Perkara Khusus

Jumat, 4 September 2026 | 06:01

...

Pemko Padang Nilai Sekolah Sehat 2026, 15 Sekolah Masuk Tahap Ekspose

Jumat, 4 September 2026 | 05:58

...

Dinas Perkim Padang Bangun 15,13 Km Jalan Lingkungan Sepanjang 2025

Jumat, 4 September 2026 | 05:56

...

BERITA TERKINI

21 Penerbangan di Bandara Minangkabau Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 | 22:53

Walikota Padang Keluarkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Minggu, 6 September 2026 | 22:51

Pendaftaran Perlinsos Diperpanjang hingga 31 Desember 2026, Warga Padang Diminta Segera Daftar

Minggu, 6 September 2026 | 11:08

Tim Klewang Amankan Pria Bawa Parang di Gunung Pangilun, Nangis Saat Dibawa Polisi

Minggu, 6 September 2026 | 10:46

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 7 Flight dari dan ke BIM Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 | 10:42

Keluarga Guru PPPK yang Tewas di Mes Polisi Pessel Minta Gelar Perkara Khusus

Jumat, 4 September 2026 | 06:01

Pemko Padang Nilai Sekolah Sehat 2026, 15 Sekolah Masuk Tahap Ekspose

Jumat, 4 September 2026 | 05:58

Dinas Perkim Padang Bangun 15,13 Km Jalan Lingkungan Sepanjang 2025

Jumat, 4 September 2026 | 05:56

Tekan Penularan TBC, Dinkes Padang Gelar Tracing Terintegrasi di 104 Kelurahan

Rabu, 2 September 2026 | 11:00

Fadly Amran Minta Pembangunan Fisik 2026 di Padang Dikerjakan Rapi

Rabu, 2 September 2026 | 10:52

Sat Pol PP Padangpariaman Bubarkan Orgen Tunggal di Sejumlah Titik

Selasa, 1 September 2026 | 13:36

Sekda Padangpariaman Pimpin Apel BPBD Padangpariaman

Selasa, 1 September 2026 | 13:33
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.