Lintassumbar.id – Rahmad Tuangku Sulaiman resmi menjabat sebagai ketua Baznas Kabupaten Padangpariaman masa kerha 2020-2025. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 340/KEP/BPP/2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Padang Pariaman masa jabatan 2020-2025.
Pemilihan ketua Basnaz tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat yang dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Padangpariaman Idarussalam di ruangan Asisten I Kabupaten Padang Pariaman, Jumat, 10/7.
Berdasarkan musyawarah mufakat tersebut terpilih Rahmad Tk. Sulaiaman, menjadi pimpinan Baznas Kabupaten Padang Pariaman. Sementara wakil ketua Masri Can, Zulfami, Fakri Zaki, dan Zulherman.
Rahmad Tk Sulaiman mengatakan dirinya siap membuat terobosan demi meningkatkan pencapaian Baznas Padangpariaman.
“Progres awal yang akan dilakukan pada tahun pertama ini yakninya tidak hanya sekedar mendistribusikan zakat saja , namun juga harus ada impact pendistribusian tersebut yang nantinya akan ditargetkan dari mustahik menjadi muzakki serta nantinya mengelola keuangan dari zakat ini secara transparan dan akuntabel sesuai dengan kode etik dan prosedur yang diatur oleh Baznas,” terangnya.
Ia juga menambkan inovasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat yakni peningkatan pengumpulan zakat dilakukan dengan merangkul semua potensi zakat seperti pengusaha secara perseorangan serta akan melakukan pertemuan secara virtual dengan aliansi atau organisasi pengusaha seperti pengusaha rumah makan ataupun pengusaha lainnya.
“Selanjutnya kami juga akan melakukan komunikasi dengan perantau dengan cara meyakinkan para pengusaha dan memperlihatkan profil data-data Baznas di Kabupaten Padang Pariaman supaya mereka menyalurkan zakatnya melalui Baznas karena pada prinsipnya pengeloaan zakat berdasarkan amanah, intergritas, pemerataan, serta keadilan juga akan memastikan semua dana zakat tersebut terdistribusikan tepat sasaran dan tepat manfaat,” sambungnya.
Selanjutnya untuk meyakinkan para Muzaki, Baznas akan membuat sebuah program modal kerja berupa kerjasama dengan perguruan tinggi dimana bagi perguruan tinggi yang akan mengadakan Kuliah Kerja Nyata dari kampusnya, maka Baznas meminta para mahasiswa peguruan tinggi tersebut mendampingi mustahik yang menerima zakat modal usaha.
Para mahasiswa yang menerima zakat dari Baznas nantinya akan diberikan arahan dan dorongan menjadi volunteer atau relawan sebagai duta zakat juga mengedukasi. Dimana awalnya mereka sebagai mustahik sehingga mendorong diri mereka dan juga masyarakat untuk menjadi muzakki.
“Kami juga akan bekerjasama dengan Diskominfo agar data mustahik dan muzaki dapat dientry dan saling bersinergi dengan data di nagari, sehingga data penerima zakat tersebut dapat dengan mudah diketahui. Hal inilah yang nantinya akan menjadi tolak ukur atas kegiatan yang telah dilakukan oleh Baznas karena ini merupakan salah satu kinerja yang berguna untuk dilihatkan kepada para muzakki bahwa zakat yang diamanahkan oleh para muzakki ke baznas telah disalurkan dengan baik,” tuturnya.
Rahmad Tuangku Sulaiman optimis mampu meningkatkan jumlah zakat yang dihimpun oleh Baznas.
“Untuk target peningkatan persenan zakat pada tahun pertama ini akan menargetkan hingga 8 Milyar dimana persenan peningkatan zakat saat ini terkumpul kurang dari 7 Milyar. Kami juga akan selalu melakukan integrasi data dengan stakeholder seperti Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai leading sektor penyelesaian masalah sosial karen pada dasarnya Baznas memiliki prinsip kolaborasi dalam aksi dan output dari kegiatan Baznas pengetasan kemiskinan,” tambahnya. (Fdl)













