Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Pilkada seperti Suasana Kematian, KPU Gagal Viral

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 08:09
Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.id – Pilkada serentak 9 Desember 2020 memang dilematis, kondisi positif covid–19 di Sumbar yang tiap hari terus meninggi.

Klaster perkantoran pun menjadi primadona penularan covid-19, tidak ketinggalan klaster Pilkada seminggu belakangan dimana beberpaa anggota penyelenggara Pilkada di Sumbar terpapar covid-19.

BacaJuga

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Apalagi sekarang demo besar-besaran menolak UU Omnibus Law menunjukan ke khalayak luas tentang tidak mematuhi protokol kesehatan, entah klaster demonstran esok atau lusa akan terjadi di Indonesia

Pengamat Politik Sumbar Yosmeri melihat kondisi pandemi tidak sama dengan pelaksanaan Pilkada di situasi normal sebelum ini.

Sementara fakta partisipasi di Sumbar dari Pilkada ke Pilkada terus menyusut. “Itu saat Pilkada tidak di kondisi pandemi, felling saya Pilkada 2020 partisipasi merosot sampai di bawah 50 persen,” ujar Yosmeri.

Selain kondisi pandemi membuat galau pemilih, sehingga masa kampanye pesta demokrasi seperti suasana kematian saja.

“Tidak bisa calon dan tim kampanye kumpulkan massa dalam jumlah banyak, jika nekat menurut aturan bisa dibubarkan oleh pihak kepolisian. Tindakan pembubaran bertujuan untuk menyelamatkan banyak orang dari paparan covid-19,” ujar Yosmeri Sabtu 10/10 kepada media di Padang.

Kampanye seharusnya heboh mestinya di saat normal, tapi kini terpaksa dilakukan senyap, tanpa hingar bingar, apalagi sampai mengundang artis ibu kota.

Supaya Pilkada tidak seperti suasana kemarian, harusnya KPU melakukan terobosan untuk membumikan Pilkada ini lewat saluran berbagai ruang media publikasi.

“KPU saya kira gagal menjadikan Pilkada Sumbar viral dan gagal menjadikan setiap tahapannya jadi media darling, pers seperti dibungkam lewat aturan yang menetapkan kampanye media massa pada sesi akhir kampanye,” ujar Yosmeri.

Jika ini tidak ada terobosan, Yosmeri optimis felling partisipasi anjlok di bawah 50 persen akan terjadi di Pilkada Sumbar 2020.

Padahal dari survey Spekturm Politika Institute disampaikan Ilham Aldelano Azre ada keoptimisan publik terhadap pelaksanaan Pilkada di masa pandemi korona.

“Ada, lebih 90 persen responden tidak kuatir terjadi klaster covid-19 Pilkada di Sumbar. Bahkan dari 90 persen itu, 78 persen menyatakan mencoblos ke TPS pada 9 Desember 2020 untuk memilih pemimpin mereka,” ujar Azre.

Azre memprediksi partisipasi masih di batas kewajaran yakni 60 persen lebih.

“Saya prediksi di atas 60 persen,” ujar Azre.

Tapi Azre juga memastikan itu bisa direalisasikan kalau KPU semua tingkatan mengambil space ini untuk menjadi agen sosialisasi (publik relation) andal Ayo ke TPS.

“Jika tidak maka KPU akan sulit mendekati realisi partisipasi 75 persen nasional,” ujar Azre.

Pemerhati konten media sosial yang juga Ketua PSI Sumbar Faldo Maldini mengakui kalau KPU sulit memviralkan produk informasi tahapan Pilkada.

“KPU harus mau belajar kepada pemilik akun dengan pengikut 10 ribu lebih, kalau apa yang disampaikan KPU itu viral. Saya perhatikan website resmi KPU Sumbar saja kering followers kok,” ujar Faldo dengan emotion senyum di WhatsApp Group TOP100 beberpaa hari lalu. (Jamal)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Minggu, 3 Mei 2026 | 08:07

...

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:04

...

Tim SAR Temukan Pencari Rongsokan Tewas 500 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:54

...

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

...

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

...

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

...

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

...

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05

...

BERITA TERKINI

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Minggu, 3 Mei 2026 | 08:07

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:04

Tim SAR Temukan Pencari Rongsokan Tewas 500 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:54

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

133 JCH Kota Pariaman Menuju Embarkasi Padang

Kamis, 30 April 2026 | 19:05
Oplus_0

Cekcok Berujung Maut di Kuranji, Pria 50 Tahun Tewas Ditusuk

Kamis, 30 April 2026 | 18:20

Kloter 05 Embarkasi Padang Diberangkatkan ke Madinah

Kamis, 30 April 2026 | 18:18

Poktan Air Santok Indah Menjadi Lokasi Penelitian Archeda Co. Jepang dan Unand

Kamis, 30 April 2026 | 17:57

Bundo Kanduang Saniang Baka Studi Tiru ke Kota Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 17:55
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.