Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Bungo Lado, Tradisi Menyambut Maulid Nabi di Padang Pariaman yang Hasilkan Ratusan Juta

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:17
Bungo Lado diarak keliling kampung di Padangpariaman.

Bungo Lado diarak keliling kampung di Padangpariaman.

Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.co.id – Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi.

Seperti Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman yang menggelar tradisi bungo lado atau pohon uang dalam merayakan Maulid Nabi.

BacaJuga

Wako Pariaman Jemput Bola Ke Kementerian Perhubungan Terkait Akses Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman Dimulai 16 Juni

Rarusan warga Nagari Parit Malintang berkumpul di Masjid Raya Parit Malintang sambil membawa bungo lado atau pohon uang. Mulai dari pecahan uang kertas lima ribu rupiah hingga seratus ribu rupiah melekat di sebuah ranting.

Samsuardi, Ketua Panitia Maulid Nabi Parit Malintang mengatakan, tradisi bungo lado merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama. Tradisi ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT dengan bersedekah.

“Supaya semarak gitu ya karena itu sudah tradisi dari dahulu, mungkin di Padangpariaman yang paling meriah, yang paling terbesar itu adalah di Parit Malintang. Karena kita setiap tahun ini dari bungo lado ini penghasilan kita ada sekitar lebih dari seratus juta untuk mesjid tiap tahun, tahun yang lalu seratus sebelas juta, mudah-mudahan sekarang sama,” ungkap Samsuardi, Rabu (20/10/21).

Bungo lado atau pohon uang yang telah dikumpulkan oleh para pemuda di setiap korong kemudian diarak menuju Masjid Raya Parit Malintang. Kemudian setelah itu barulah pohon uang diturunkan dan dihitung jumlahnya.

“Tujuan kita adalah bagaimana masyarakat kita bersatu, meningkatkan kebersamaan, kekompakan, ikut berpartisipasi dalam pembangunan keagamaan nagari kita,” jelasnya.

Dana hasil dari bungo lado atau pohon uang yang telah terkumpul kemudian digunakan untuk biaya pembangunan masjid serta kegiatan keagamaan lainnya.(Jamal)

Tags: bungo ladoMaulid NabiPadangpariamanTradisi bungo lado
ShareTweetSend

Berita Terkait

Wako Pariaman Jemput Bola Ke Kementerian Perhubungan Terkait Akses Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 16:09

...

Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman Dimulai 16 Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 16:05

...

580 Peserta Ikuti Kejuaraan Karate Fun Walikota Cup

Senin, 18 Mei 2026 | 15:30

...

PKL Tinggalkan Lapak, Satpol PP Padang Lakukan Penertiban

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:54

...

Banjir Terjang Tanah Datar, Tim SAR Evakuasi 5 Warga Tengah Malam

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:15

...

Longsor dan Jalan Amblas Isolasi 2 Ribu Warga di Limapuluh Kota

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:12

...

Kebakaran Gudang di Banuaran Padang, Damkar Kerahkan 60 Personel

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:33

...

UAS Bakal Meriahkan Rangkaian HUT ke-24 Kota Pariaman

Selasa, 12 Mei 2026 | 19:28

...

  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.