Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

RS Aisyiah Klaim Kematian Ibu Hamil Akibat Komplikasi Atonia Uteri

Minggu, 19 April 2026 | 06:19
Share on FacebookShare on Twitter

Padang — Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya seorang pasien pascaoperasi di RS Aisyiyah Pariaman. Berdasarkan hasil penjelasan dari pihak rumah sakit, kematian pasien disebabkan oleh komplikasi medis berupa atonia uteri, salah satu kondisi kegawatdaruratan dalam bidang obstetri.

Direktur RS Aisyiyah Pariaman, dr. Tri Wijayanto, MARS, FISQua, menjelaskan bahwa pasien mengalami perdarahan beberapa jam setelah operasi. Kondisi tersebut disebabkan oleh atonia uteri, yaitu kegagalan rahim untuk berkontraksi setelah persalinan, yang dapat memicu perdarahan hebat dan mengancam nyawa.

BacaJuga

Kabau Sirah Terjepit: Saatnya Bangkit atau Hilang dari Peta Liga 1

Perkuat Budaya Sadar Data, BPS Padangpariaman Sosialisasi Nagari Cantik

Tim medis, lanjutnya, telah melakukan penanganan sesuai dengan standar profesi dan prosedur operasional yang berlaku. Penanganan awal dilakukan melalui terapi medikamentosa menggunakan obat uterotonika guna merangsang kontraksi rahim. Namun, karena tidak memberikan respons yang kuat, tindakan dilanjutkan dengan prosedur operatif berupa relaparotomi sebagai upaya maksimal untuk menghentikan perdarahan.

Seiring dengan kondisi pasien yang membutuhkan perawatan intensif lanjutan, pihak rumah sakit kemudian melakukan rujukan ke RSUD Padang Pariaman sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Efriyeni, M.Kes, menyampaikan bahwa pasien telah mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan, termasuk transfusi darah serta pemantauan intensif di ruang ICU. Meski telah dilakukan berbagai upaya maksimal, pasien yang menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 22 jam tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pihak RS Aisyiyah Pariaman menegaskan bahwa seluruh tindakan medis yang dilakukan telah sesuai dengan standar profesi dan prinsip penyelamatan nyawa (life-saving). Kematian pasien disimpulkan sebagai akibat komplikasi medis berupa syok hemoragik berat yang dalam kondisi tertentu tidak selalu dapat dicegah.

Sementara itu, Ketua POGI Sumatera Barat, dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG Subsp. Urogin Re, menegaskan bahwa tenaga medis yang menangani pasien telah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Dalam kondisi kegawatdaruratan seperti ini, langkah yang diambil tenaga medis sudah tepat. Dokter telah bekerja sesuai SOP, dan dalam situasi serupa, tenaga medis lainnya juga akan melakukan tindakan yang sama,” tegasnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan medis kepada tenaga kesehatan yang kompeten serta memahami bahwa kondisi kegawatdaruratan obstetri memiliki risiko tinggi yang tidak selalu dapat dihindari. (*)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Jamaldi

Kabau Sirah Terjepit: Saatnya Bangkit atau Hilang dari Peta Liga 1

Minggu, 19 April 2026 | 07:15

...

Perkuat Budaya Sadar Data, BPS Padangpariaman Sosialisasi Nagari Cantik

Minggu, 19 April 2026 | 06:28

...

Oplus_0

Padangpariaman Perjuangkan Rest Area Tol Sicincin untuk UMKM

Minggu, 19 April 2026 | 06:10

...

Mendikdasmen Resmikan Ruang Kelas Darurat di Padangpariaman

Minggu, 19 April 2026 | 06:06

...

Pemkab Padangpariaman Kucurkan Rp.23 Milyar untuk Perbaiki Sekolah Terdampak Bencana

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

...

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Rabu, 15 April 2026 | 06:44

...

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 | 06:33

...

Yota Balad Sampaikan Proposal Pengembangan Sektor Pertanian ke Menteri Pertamian

Rabu, 15 April 2026 | 05:55

...

BERITA TERKINI

Jamaldi

Kabau Sirah Terjepit: Saatnya Bangkit atau Hilang dari Peta Liga 1

Minggu, 19 April 2026 | 07:15

Perkuat Budaya Sadar Data, BPS Padangpariaman Sosialisasi Nagari Cantik

Minggu, 19 April 2026 | 06:28

RS Aisyiah Klaim Kematian Ibu Hamil Akibat Komplikasi Atonia Uteri

Minggu, 19 April 2026 | 06:19
Oplus_0

Padangpariaman Perjuangkan Rest Area Tol Sicincin untuk UMKM

Minggu, 19 April 2026 | 06:10

Mendikdasmen Resmikan Ruang Kelas Darurat di Padangpariaman

Minggu, 19 April 2026 | 06:06

Pemkab Padangpariaman Kucurkan Rp.23 Milyar untuk Perbaiki Sekolah Terdampak Bencana

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Rabu, 15 April 2026 | 06:44

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 | 06:33

Yota Balad Sampaikan Proposal Pengembangan Sektor Pertanian ke Menteri Pertamian

Rabu, 15 April 2026 | 05:55

156 Calon Paskibraka Pariaman Ikuti Seleksi Paskibraka

Rabu, 15 April 2026 | 05:53

DPRD Padang Usulkan Pencabutan Perda Keuangan Kepala Daerah 2003

Kamis, 16 April 2026 | 13:02

Polda Sumbar Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi di Padang

Jumat, 10 April 2026 | 06:21
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.