Padang – Seorang ibu melahirkan saat berada di tengah pelayaran KMP Ambu-Ambu dari Sikakap, Kepulauan Mentawai, menuju Padang, Sumatera Barat. Bayi berhasil lahir selamat meski proses persalinan berlangsung saat kapal masih berada sekitar 50,5 nautical mile (Nm) dari Pelabuhan Bungus.
Ibu tersebut diketahui bernama Berlisnda Tri Yulia Hulu. Kondisi darurat itu dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang pada Kamis (7/8/2026) sekitar pukul 20.08 WIB.
Kasiop SAR Mentawai Dhio Ulwi Finanda mengatakan saat informasi diterima, Berlisnda sedang dalam proses akan melahirkan. Beruntung, terdapat perawat di atas kapal yang langsung memberikan pertolongan.
“Kami menerima informasi bahwa ada salah satu penumpang KMP Ambu-Ambu yang akan melahirkan. Saat itu posisi kapal masih sekitar 50,5 Nm dari Pelabuhan Bungus,” kata Dhio.
Detik-detik menegangkan itu akhirnya berakhir sekitar pukul 20.41 WIB. Berlisnda berhasil melahirkan bayinya dalam kondisi selamat.
Kabar kelahiran tersebut langsung disampaikan petugas kapal kepada pihak terkait melalui komunikasi radio.
“Survivor sudah melahirkan bayi dalam keadaan selamat,” ujar Dhio.
Meski persalinan berhasil, perjuangan belum selesai. Ibu dan bayinya masih berada di atas kapal yang tengah bergerak menuju Padang.
Nakhoda KMP Ambu-Ambu kemudian memastikan kapal meneruskan perjalanan menuju Dermaga Bungus. Dari kapal disampaikan kebutuhan untuk mengevakuasi ibu dan bayinya begitu kapal tiba di pelabuhan.
Sekitar pukul 21.32 WIB, Basarnas mendapat informasi bahwa nakhoda membutuhkan tim evakuasi dari kapal menuju ambulans.
KMP Ambu-Ambu diperkirakan baru tiba di Dermaga Bungus pada Jumat (8/8) sekitar pukul 04.00 WIB.
Basarnas Padang tak menunggu lama. Sekitar pukul 21.45 WIB, tim rescue Kantor SAR Padang bersama ABK KN SAR Yudhistira diberangkatkan menuju Dermaga Bungus.
Sekitar pukul 22.41 WIB, tim tiba di Dermaga Bungus. Mereka langsung berkoordinasi dengan ASDP dan unsur terkait sekaligus menyiapkan peralatan evakuasi.
Sementara itu, di tengah laut, KMP Ambu-Ambu terus bergerak membawa Berlisnda dan bayinya menuju Padang.
Waktu menunjukkan sekitar pukul 03.48 WIB ketika kapal akhirnya merapat di Dermaga Bungus.
Tim SAR yang sejak beberapa jam sebelumnya menunggu langsung bergerak. Kondisi ibu dan bayi diperiksa sebelum keduanya dievakuasi dari kapal.
Sekitar pukul 04.25 WIB, proses evakuasi akhirnya selesai.
Operasi tersebut melibatkan Basarnas, ASDP, KSOP, Distrik Navigasi, dan RS Yos Sudarso.
Proses evakuasi menggunakan sejumlah peralatan, seperti rescue car, ambulans, peralatan medis, peralatan mountaineering, serta perangkat.
Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, ibu dan bayi tersebut akhirnya tiba dengan selamat di Padang untuk mendapatkan perawatan medis.(Jamal)












