Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Senin (3/8). Selain menyiapkan ratusan nasi bungkus dari dapur umum, pemerintah juga memesan sekitar 1.200 paket makanan yang akan didistribusikan kepada korban banjir.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah mendirikan dapur umum sebagai bagian dari penanganan darurat bencana. Saat ini, dapur umum tengah menyiapkan sekitar 200 hingga 500 nasi bungkus untuk warga terdampak.
“Selain dari dapur umum, Pemko juga sudah memesan sekitar 1.200 nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga,” kata Fadly Amran.
Tak hanya makanan siap saji, Dinas Sosial juga menyiapkan bantuan logistik lainnya, seperti selimut, pakaian, tenda, dan terpal untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak banjir.
Di sisi lain, Fadly memerintahkan seluruh Sekretaris Daerah dan kepala perangkat daerah Kota Padang turun langsung membantu proses evakuasi di 15 titik banjir. Langkah itu dilakukan agar proses penyelamatan warga dapat berlangsung lebih cepat.
“Saya memerintahkan mereka untuk melakukan evakuasi warga di titik terdekat dari posisi masing-masing, membantu BPBD dan Damkar yang mengevakuasi titik-titik paling kritis agar proses evakuasi bisa lebih cepat,” ujarnya.
Pemko membagi tim penanganan bencana ke sejumlah lokasi. Fadly memimpin evakuasi di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, sementara Wakil Wali Kota Maigus Nasir memimpin tim di kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Sekretaris Daerah Raju Minropa bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tommy T.R.D. memimpin evakuasi di kawasan ByPass hingga Balai Kota.
Sementara itu, BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran bersama personel TNI, Polri, Kelompok Siaga Bencana (KSB), dan sejumlah organisasi kemanusiaan melakukan evakuasi di wilayah Koto Tangah, Pauh, Kuranji, Bungus Teluk Kabung, dan Padang Selatan.
Fadly mengatakan sejumlah warga rentan telah berhasil dievakuasi, termasuk ibu hamil di kawasan belakang Rumah Sakit Siti Rahmah. Di kawasan Parak Jambu, petugas Damkar juga masih melakukan evakuasi, sedangkan para camat diminta mendata kebutuhan mendesak warga di wilayah masing-masing.
Untuk mendukung koordinasi penanganan banjir, Pemko Padang juga menyiapkan pelataran Rumah Dinas Wali Kota sebagai Posko Tanggap Darurat yang akan menjadi pusat koordinasi bantuan dan penanganan bencana.(Jamal)












