Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Kelurahan Jawi-jawi II Budidayakan Maggot

Selasa, 3 Desember 2019 | 13:48
Share on FacebookShare on Twitter

Pariaman – Masyarakat Kelurahan Jawi-Jawi II, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman membudidayakan maggot sebagai solusi menangani sampah organik.

Pembudidayaan maggot dilakukan kelompok Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang dibentuk oleh Kelurahan Jawi-Jawi II.

BacaJuga

Bupati Padang Pariaman Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Operasi Patuh Singgalang 2025 Digelar, Polda Sumbar Gandeng Komunitas Otomotif hingga TNI

Maggot merupakan belatung dari black soldier flys (BSF) dengan nama latin hermetia illucens. BSF termasuk keluarga lalat tapi ukuran lebih besar dari lalat pada umumnya.

Maggot terlihat seperti lebah namun ukurannya kecil dari lebah dan lebih besar dari lalat. Belatung ini berwarna hitam pekat dan selalu hidup di limbah organik.

Ia akan hidup dan berkembang biak di sumber sampah organik saja, tidak seperti lalat yang sering menghampiri makanan segar, maupun sampah.

Lalat BSF hanya hidup sebentar saja sekitar 15 hari, untuk minum dan kawin. Setelah bertelur, lalat BSF akan mati.

Telur maggot akan menetas sekitar tiga hingga lima hari. Setelah telur menetas dan menjadi belatung berusia sekitar tiga hingga lima hari, sudah mulai diberi asupan sampah organik, belatung atau maggot tersebut akan hidup selama 18 hingga 20 hari dan menjadi puppa.

Selanjutnya akan menetas dan menjadi lalat BSF, Maggot bertekstur kasar, tidak seperti belatung pada lalat rumahan yang cenderung licin. Ukurannya lebih besar dari belatung rumahan. Warna maggot layaknya warna belatung pada umumnya, yakni berwarna putih gading.

Yulhendri Ketua LPM Kelurahan Jawi-Jawi II mengatakan bahwa, limbah organik tidak dapat didaur ulang dan menyebabkan bau apalagi jika sampai mencemari lingkungan sehingga solusi utama penanganannya menggunakan maggot.

Dalam penanganan limbah organik, maggot akan memakan limbah organik tersebut, sampai habis. Sisa limbahnya bisa dijadikan pupuk dan sudah tidak berbau lagi.

“Sampai habis oleh maggot, ada sisa dari makanan maggot bisa jadi pupuk dan sudah tidak bau,” ujar Yulhendri saat ditemui Selasa, (9/4/2019).

Yulhendri menjelaskan  maggot secara efektif dapat menangani limbah organik, maggot yang mereka hasilkan dapat menjadi pakan ternak ikan dan unggas yang peihara di kelurahan jawi-jawi II,  sisa penguraian limbah organik dari maggot tersebut bisa juga dijadikan pupuk organik pada tanaman rumah tangga (kesehatan) obat-obatan.

Yulhendri menambahkan bahwa pada dasarnya budidaya maggot ini di mulai dari Rp.0,- karena bahan baku nya sangat sederhana yaitu dari sampah organik yang di fermentasi kan menjadi tempat tumbuhnya maggot.

Dengan adanya budidaya maggot ini maka pemuda dan masyarakat setempat dapat merasakan manfaatnya sehinggan ini akan menjadi penghasilan terbaru dan akan mengurangi pengangguran di kelurahan dijawi-jawi II.

“Diharapkan pemerintah kota Pariaman dapat memberi dukungan dalam bentuk pemberian sampah-sampah organik yang sudah di iventaris untuk diberikan ke kelurahan jawi-kawi II, jika sampah organik ini kita dapat kan 1 ton, maka panen maggot ini bisa mencapai 100Kg, artinya ini akan sangat menguntungkan dan bermanfaat sekali untuk semuanya.”

“Kedepannya  kelurahan jawi-jawi II bisa menjadi kelurahan percontohan di Kota Pariaman khususnya dan Sumatera Barat umumnya. karena budidaya maggot ini setau kami satu-satunya yang ada di Kota Pariaman.” ujar Yulhendri. (*)

Tags: Daerah
ShareTweetSend

Berita Terkait

Oplus_0

Bupati Padang Pariaman Imbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Sabtu, 13 September 2025 | 13:39

...

Operasi Patuh Singgalang 2025 Digelar, Polda Sumbar Gandeng Komunitas Otomotif hingga TNI

Sabtu, 12 Juli 2025 | 06:59

...

Manabang Batang Pisang, Prosesi Kedua Hoyak Tabuik

Rabu, 2 Juli 2025 | 10:57

...

Yota Balad Pastikan Event Tabuik Berjalan Lancar

Kamis, 26 Juni 2025 | 12:11

...

Ilustrasi.

Camat Padang Selatan Digerebek Istri Berselingkuh dengan Staf, Walikota Padang Ambil Tindakan

Senin, 28 April 2025 | 07:00

...

Prihatin, John Kenedy Azis Ajak Semua Pihak Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Minggu, 9 Maret 2025 | 11:12

...

Rahmat Saleh Minta Regulasi Gaji PPPK Diperkuat

Sabtu, 8 Maret 2025 | 10:17

...

Standar FIFA, Lapangan Dobi Sports Hub Kualitas Terbaik

Sabtu, 8 Maret 2025 | 10:12

...

BERITA TERKINI

Tim Terpadu Tertibkan Tambang Ilegal di Pasaman, Alat Berat Diamankan

Jumat, 16 Januari 2026 | 14:59

Kebakaran di Padang Timur, Pemkot Salurkan Bantuan untuk Korban

Jumat, 16 Januari 2026 | 14:43

Liga 4 PSSI Sumbar Dimulai 22 Januari, 10 Tim Bersaing

Jumat, 16 Januari 2026 | 14:37

Ini Arahan Mendagri untuk Daerah Pasca Bencana

Jumat, 16 Januari 2026 | 05:56

Pemko Pariaman Gelar Orientasi Penyusunan RKPD Tahun 2027

Jumat, 16 Januari 2026 | 05:53

Mulyadi Terima Kunjungan Kepala BBPOM Padang

Jumat, 16 Januari 2026 | 05:50

500 Guru MDTA Kota Pariaman Terima Bantuan

Senin, 12 Januari 2026 | 22:50

109 Pedagang Pasar Pagi dan Basah Pariaman Terima Bantuan

Senin, 12 Januari 2026 | 22:48

IMBI Sumbar Peduli Bencana, Salurkan Bantuan Rendang kepada Masyarakat Kota Pariaman

Senin, 12 Januari 2026 | 22:46

Kerugian Padangpariaman Akibat Bencana Capai Rp.3,65 Triliyun

Senin, 12 Januari 2026 | 16:51

Padangpariaman Berikan Penghargaan kepada Relawan Bencana

Senin, 12 Januari 2026 | 16:47

Bupati Padangpariaman Nominator Penerima Anugerah dari PWI

Senin, 12 Januari 2026 | 16:39
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.