Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Jelang Tahun Baru, Harga Cabai Naik

Sabtu, 26 Desember 2020 | 10:47
Cabai.

Cabai.

Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.co.id – Selama liburan natal dan jelang tahun baru, sejumlah harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di kota Pariaman cukup stabil. Namun tidak dengan komiditi cabai. Dalam minggu keempat bulan Desember 2020, harga cabai meroket hingga Rp 70 ribu/kg untuk cabai merah keriting yang paling banyak dikonsumsi warga Pariaman.

Kenaikan harga cabai menurut Kepala Dinas Koperindagkop/UKM Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit disebabkan minimnya pasokan cabai ke pedagang. Berlakulah hukum pasar, ketersediaan dan peminat.

BacaJuga

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

“Benar, harga cabai mengalami kenaikan disebabkan minimnya pasokan dari Jawa Tengah, Curug, Lampung, Medan, Padang Panjang dan Alahan Panjang,” kata Gusniyetti Zaunit saat dihubungi, Sabtu (26/12).

Pada minggu ketiga bulan Desember saja, kata Gusniyetti Zaunit, harga cabai di Pasar Pariaman sudah menyentuh harga Rp 60 ribu untuk cabai merah keriting. Sedangkan cabai rawit dan cabai hijau Rp 50 ribu dan Rp 30 ribu.

“Karena minim dari luar, pasokan cabai untuk Pasar Pariaman saat ini mayoritas dipasok dari petani lokal dengan mutu yang sama,” sambung Gusniyetti.

Petani cabai di Nagari Kudu Gantiang Padangpariaman, Muhammad Hasbi mengatakan saat ini pengepul membeli cabai dari petani dengan harga Rp 50 ribu/kg untuk cabai merah keriting. Sedangkan untuk cabai hijau dan cabai rawit Rp 25 ribu dan Rp 40 ribu.

Jelang liburan natal dan tahun baru, imbuh Hasbi, pasokan cabai dari petani juga tidak banyak karena sebelumnya beberapa petani cabai sudah panen raya dan panen berkala.

“Saat ini malah banyak petani yang baru memulai masa tanam karena sudah melakukan berkali-kali panen. Umur pohon cabai maksimal hanya satu setengah tahun setelah itu ditanam yang baru,” imbuh petani cabai yang juga Ketua PPP Padangpariaman ini.

Lalu bagaimana dampak kenaikan harga cabai bagi rumah makan dan rumah tangga?

Pemilik rumah makan Aur Duri Pariaman, Dewi Fitri Deswati mengatakan dengan naiknya harga cabai akan ada penambahan modal bagi usaha daripada rumah makannya.

“Namun itu tidak mempengaruhi harga,” kata Dewi.

Karena menurut Dewi, dari dulu hingga kini harga komoditi tidak bisa ditebak dan bersifat musiman yang tunduk pada hukum pasar.

“Kadang harga cabai bisa menyentuh Rp 20 ribu/kg. Kadang cabai turun, kadang naik. Begitu juga dengan harga bawang. Kini stabil tapi kadang juga naik,” sambungnya.

Dewi memastikan naiknya harga cabai tidak akan membuat rumah makannya menaikan harga. Begitu juga dengan sajian sambal cabai, juga tidak akan dikurangi ke pembeli.

“Sajian sambal cabai tetap seperti biasa. Tidak ada yang dikurangi. Kalau dikurangi akan mengubah cita rasa yang telah kita tetapkan,” imbuh Dewi yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Pariaman ini.

Dewi menyebut cabai merupakan kebutuhan vital bagi seluruh pemilik rumah makan yang menentukan rasa dalam setiap menu yang akan dihidangkan ke pembeli. Komposi cabai dalam gulai dan sambal harus tetap sama meski harga cabai sedang meroket.

“Setiap rumah makan punya resep masing-masing dan cabai salah satu unsurnya. Murah mahalnya harga cabai, yang resep masakan tetap dipertahankan,” pungkasnya.

Seorang ibu rumah tangga warga Pariaman Tengah bernama Yosi menyebut meroketnya harga cabai jelang akhir tahun sudah ia prediksi sebelumnya. Meski begitu tetap saja memberatkan baginya.

“Kan selalu begitu, naik jelang lebaran dan tahun baru,” kata Yosi.

Yosi mengaku merasakan dampaknya. Selaku ibu rumah tangga, ia terpaksa mengeluarkan anggaran belanja lebih karena naiknya harga cabai tersebut.

“Ya gimana lagi, tanpa cabai makan tak enak,” pungkasnya tertawa.

Meski begitu Yosi menyebut lebih baik cabai mahal daripada hilang sama sekali dari pasaran karena kenakalan para pedagang yang menjual dengan harga yang lebih mahal ke daerah lain.

“Jika cabai hilang dari pasaran kita para emak-emak pasti akan demo,” candanya. (OLP)

ShareTweetSend

Berita Terkait

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Rabu, 15 April 2026 | 06:44

...

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 | 06:33

...

Yota Balad Sampaikan Proposal Pengembangan Sektor Pertanian ke Menteri Pertamian

Rabu, 15 April 2026 | 05:55

...

156 Calon Paskibraka Pariaman Ikuti Seleksi Paskibraka

Rabu, 15 April 2026 | 05:53

...

DPRD Padang Usulkan Pencabutan Perda Keuangan Kepala Daerah 2003

Kamis, 16 April 2026 | 13:02

...

Polda Sumbar Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi di Padang

Jumat, 10 April 2026 | 06:21

...

Padangpariaman Raih Penghargaan Bidang Kesehatan

Rabu, 8 April 2026 | 06:32

...

Oplus_0

Perkuat Sinergi, JKA Temui Perantau Piaman di Jakarta

Rabu, 8 April 2026 | 06:29

...

BERITA TERKINI

Mentan Amran Meradang, Rp.455 Miliar Sudah Cair Sejak Januari, Realisasi di Sumbar Masih Lambat

Rabu, 15 April 2026 | 06:44

Pemko Pariaman dan DKI Jakarta Kerjasama Bidang Ketahanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 | 06:33

Yota Balad Sampaikan Proposal Pengembangan Sektor Pertanian ke Menteri Pertamian

Rabu, 15 April 2026 | 05:55

156 Calon Paskibraka Pariaman Ikuti Seleksi Paskibraka

Rabu, 15 April 2026 | 05:53

DPRD Padang Usulkan Pencabutan Perda Keuangan Kepala Daerah 2003

Kamis, 16 April 2026 | 13:02

Polda Sumbar Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi di Padang

Jumat, 10 April 2026 | 06:21

Padangpariaman Raih Penghargaan Bidang Kesehatan

Rabu, 8 April 2026 | 06:32
Oplus_0

Perkuat Sinergi, JKA Temui Perantau Piaman di Jakarta

Rabu, 8 April 2026 | 06:29

Suasana Haru Sertijab Sekda Padangpariaman

Rabu, 8 April 2026 | 06:25

22 WBP Terima Ijazah Paket

Rabu, 8 April 2026 | 06:22

8 Guru Besar Baru Dikukuhkan di UNP, Dorong Inovasi dan Riset

Selasa, 7 April 2026 | 21:16
Rudi jabat tangan dengan Walikota Pariaman Yota Balad usai dilantik.

Sekda Padangpariaman Rudi Rilis Dilantik Jadi “Bendahara” Pemko Pariaman

Selasa, 7 April 2026 | 06:34
  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.