Lintas Sumbar
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Lintas Sumbar
No Result
View All Result

Hamil 8 Bulan, Pasien Covid-19 asal Bukittinggi Meninggal Dunia

Sang Suami Dalam Tahanan

Rabu, 8 April 2020 | 22:02
Ilustrasi. (Foto: Kompas)

Ilustrasi. (Foto: Kompas)

Share on FacebookShare on Twitter

Lintassumbar.id – Seorang warga Bukittinggi kembali dinyatakan positif terpapar Corona Virus Disease (Covid-19). Pasien wanita yang diketahui sedang hamil 8 bulan itu meninggal dunia Rabu dinihari sekitar pukul 04.30 WIB.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Rabu 8 April 2020 mengatakan, sebelum meninggal dunia pasien diketahui mengalami kejang pada Senin 6 April 2020 lalu, dan dilarikan ke Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi. Namun karena kondisi fisiknya semakin menurun, malam harinya pasien tersebut langsung dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil di Kota Padang.

BacaJuga

Reses III 2026 Empat Pimpinan DPRD Padang Jemput Aspirasi

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

“Setelah diisolasi dua malam, pasien itu meninggal dunia pagi tadi,” ungkapnya saat wawancara online dengan awak media Rabu 8 April 2020.

Ditambahkan Ramlan Nurmatias, ia baru mendapatkan informasi dari laboratorium Unand bahwa satu orang warganya, wanita yang dalam kondisi hamil 8 bulan tersebut meninggal terpapar Covid-19 setelah jenazah almarhumah dimakamkan sore tadi.

“Awalnya pasien itu hanya pasien biasa, namun di M. Jamil Padang pasien mengikuti tes swab atau pengecekan cairan melalui rongga hidung dan tenggorokan, hingga hasilnya keluar positif terpapar corona,”pungkasnya.

Ramlan mengatakan, setelah mendapatkan informasi satu warganya yang meninggal positif Covid-19, ia langsung memerintahkan anggotanya untuk melakulan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 tersebut.

“Saat ini ada 12 orang petugas di rumah sakit Yarsi yang dikarantina karena kontak dengan pasien positif Covid-19. Selain itu juga ada 9 orang warga yang membantu membawa ke rumah sakit sudah dilakukan isolasi mandiri,”ujarnya.

Ramlan Nurmatias mengungkapkan selain dari petugas rumah sakit Yarsi dan warga yang membantu pasien positif Covid, yang paling rentan terkena adalah suaminya yang saat ini ditahan di Mapolresta Bukittinggi karena kasus narkoba.

“Saya sudah memberitahukan kepada Kapolres Bukittinggi bahwa ada satu tahanannya yang istrinya positif Covid-19. Kapolres sudah melakukan antisipasi dengan mengisolasi suaminya dan 48 orang tahanan lain, dan besok kita akan melakukan tes swab terhadap suaminya,”tutup Ramlan. (Jamal)

Share37301TweetSend

Berita Terkait

Reses III 2026 Empat Pimpinan DPRD Padang Jemput Aspirasi

Jumat, 8 Mei 2026 | 10:44

...

Jemaah Haji Embarkasi Padang Wafat di Madinah, Diduga Serangan Jantung

Minggu, 3 Mei 2026 | 08:07

...

Padangpariaman Gelar Pagelaran Busana Tempo Dulu

Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:04

...

Tim SAR Temukan Pencari Rongsokan Tewas 500 Meter dari Lokasi Awal

Sabtu, 2 Mei 2026 | 05:54

...

Mulyadi Minta OPD Untuk Samakan Persepsi Dengan BPS

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:33

...

Huntap Mandiri Korban Bencana Hidrometeorologi di Kota Pariaman Mulai Dibangun

Jumat, 1 Mei 2026 | 23:28

...

Kampung Nelayan Katapiang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 30 April 2026 | 23:43

...

Yota Balad Lantik 52 Orang Pejabat di Lingkungan Pemko Pariaman

Kamis, 30 April 2026 | 23:40

...

  • Redaksi
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
www.lintassumbar.co.id

© 2023 - Developed by Sumbarweb.

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Nasional
  • Eksos
  • Olahraga
    • Bola
    • Otomotif
  • Parlemen
  • Kesehatan
  • Pariwisata
  • Lainnya
    • Foto
    • Video

© 2023 - Developed by Sumbarweb.